58% Pengguna Quipper Lulus PTN 2019

JAKARTA, SRIBERNEW, Berdasarkan data dari Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018 penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 171,8 juta dari 250 juta penduduk di Indonesia, selama 3 tahun terakhir muncul industri yang bertahan tumbuh dan tanpa sadar merubah kebiasaan pelajar di Indonesia, yaitu belajar secara online.

Mengapa belajar online merubah kebiasaan belajar di Indonesia ? Sebagai anak muda yang kehidupan sehari-harinya lekat dengan gawai, penting bagi pelajar untuk tetap melaksanakan kewajiabnya untuk belajar dan terkoneksi dengan dunia di internet. Meskipun internet menyajikan berbagai informasi dalam berbagai bentuk audio dan visual yang menarik, namun secara akademis pelajar tetap mengikuti materi pelajaran sekolah oleh karena itu bimbingan belajar online yang saat ini menjamur di Indonesia menjadi pilihan utama pelajar tingkat menengah.

Dalam diskusi pendidikan yang diadakan oleh Quipper Indonesia pada tanggal 29/8/2019. Psikolog Pendidikan Achsinfina H. Sinta menyatakan, “Pelajar di usia remaja cenderung untuk mencari hal baru atau mempelajari sesuatu sesuai dengan yang disukainya dan mereka bisa jadi pelajar online karena itu keren, teman seusianya melakukan itu jadi dia ikut ikutan, bisa juga karena belum merasa cukup dengan materi kelas, jadi mencari alternatif belajar yang baru.”

Menanggapi hal tersebut Country Manager Quipper Indonesia, Yura Funase mengatakan, “Sejak 2015, Quipper percaya bahwa untuk menghasilkan video pembelajaran yang berkualitas dan menarik kemampuan guru dalam berbicara didepan publik relavansi konten pelajar yang sesuai dengan kehidupan siswa serta kreatifitas dalam mengemas video sangat penting oleh karena itu 6 juta pelajar di Indonesia menjadikan Quipper sebagai alternatif belajar online mereka.”

Benarkah kebiasaan belajar online dapat meningkatkan prestasi akademik?
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kahasiswaan Kementrian Ristek Dikti, terdapat 714.652 peserta yang mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 dari jumlah tersebut peserta lulus mencapai 23,61% atau 168,742 peserta. Terdapat kenaikan yang cukup signifikan dari persentase kelulusan nasional pada SBMPTN tahun ini dibandingkan tahun 2018 yang hanya mencapai 19,28%.

Peningkatan angka kelulusan SBMPTN dapat terjadi karena banyak faktor antara lain dari sisi penyelenggaraan dan peserta yang telah mempersiapkan segalanya dengan lebih baik. Karena ujian dilaksanakan dengan berbasis komputer, penting bagi agar familiar dengan hal hal tersebut. Salah satunya dengan berlatih soal melalui layanan bimbel online.

Untuk membuktikan efektifitas layanan setiap tahun di bulan Juli Quipper melakukan survey kepada beberapa penggunaannya yang tersebar di Indonesia. Hasil survey pada bulan Juli 2019 yang diikuti 3.000 responden mengungkapkan beberapa fakta yang di jelaskan oleh Ruth Ayu Hapsari selaku Businnes Development Manager Quipper Indonesia, “rata-rata pengguna Quipper Video menonton 10 video dan mengerjakan 50 soal per Minggu saat periode ujian, sedangkan pengguna Quipper Video Master Class dengan tambahan support dari Coach dan Tutor online angkanya bisa 2 kali lebih besar hasilnya 58% pengguna Quipper Video diterima di PTN.

Dalam diskusi yang juga menghadirkan Dr. Abi Sujak, M.Sc selaku staff ahli bidang Pengembangan Tehnologi Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pemerintah berkomitmen untuk mendukung industri tehnologi pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing global dan memiliki literasi akan dunia digital yang mumpuni.(ALNR)

sribernews

Next Post

Pameran Energi dan Engeneering Indonesia

Wed Sep 4 , 2019
JAKARTA, SRIBERNEW, Dalam Konferensi Press yang diadakan di Hotel Mulia tanggal 3 September 2019 PT Pamerindo Indonesia yang diwakili Maysia Stephanie, Event Director mengatakan, “Pameran Energi & Engineering Indonesia menjadi forum yang mempertemukan para pelaku industri, asosiasi, dan lembaga pemerintah untuk menunjukkan kesiapan mereka dalam mendukung Sustainable Development Goal 2030 […]