Daewoong Pharmaceutical Komit Bantu Kualitas Kesehatan Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS– Daewoong Pharmaceutical, pioneer dalam bisnis farmasi Korea melaksanakan deklarasi visinya di Pullman Hotel, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Deklarasi juga dihadiri Changbum Kim, Duta Besar Korea, Hari Wibowo, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, dan Dr. H. Subejo, S, Plt. Kepala Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran & Penyelamatan (Damkar) Provinsi DKI Jakarta.

Daewoong dan Suku Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta bekerjasama dalam bentuk asuransi kesehatan dengan melibatkan dokter dari Indonesia untuk perawatan luka bakar dan tulang belakang pada 24 – 25 Oktober 2019.

Kelompok relawan medis ini terdiri dari 40 anggota, termasuk dr. Luthfi Gatam dari Rumah Sakit Premiere Bintaro, dr. Sandy dari Rumah Sakit Yarsi, Profesor Ahn Jae-sung dari Rumah Sakit Universitas Nasional Chungnam, Direktur Chun Wook dari Hallym Univ. Hangang Sacred Heart Hospital, dan Profesor Park Myong-chul dari Rumah Sakit Universitas Ajou.

Mr. Sengho Jeon, CEO dari Daewoong Pharmaceutical, mengatakan Daewoong Pharmaceutical berkomitmen akan menjadi yang terdepan dalam mendukung bidang pengobatan bio-regeneratif di Indonesia dan mengumumkan kebijakan perusahaan antara lain menjadi basis bisnis bio terdepan.

Selain itu, menyediakan solusi pengobatan terbaik dalam bidang pengobatan regeneratif yang dilakukan oleh dokter Indonesia, dan berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan digital seperti menyediakan sistem canggih telemedicine, bakti sosial dan pengembangan sumber daya manusia.

Pengobatan regeneratif merupakan teknologi yang dapat mengakselerasi regenerasi bagian tubuh yang rusak dengan menggunakan berbagai obat-obatan, material, dan alat kesehatan dan lainnya.

Menurut dia, setelah deklarasi visi tersebut, , Daewoong akan mempersembahkan obat-obatan, infrastruktur serta SDM terbaik di bawah visi menjadi perusahaan bio-renewal terkemuka di Indonesia.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk menjadi yang pertama dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia dan menjadi perusahaan yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Pada 2012, jelasnya, Daewoong Pharmaceutical bekerja sama dengan PT Infion mendirikan Daewoong Infion, yang kemudian mendirikan pabrik bio-farmasi pertama di Indonesia (2015) dan telah menjual obat erythropoietin bernama ‘Epodion’ (2017).

Epodion mampu meraih pangsa pasar teratas di pasar EPO Indonesia dalam 6 bulan sejak peluncuran pertama dan telah mendapatkan izin dari BPOM.

Mr. Sengho menambahkan saat ini Daewoong sudah melakukan berbagai proses mulai dari uji klinis sampai produksi untuk produk biofarmasi, seperti perawatan luka refraktori, hormon pertumbuhan, botulinum toxin, vaksin dan berencana untuk memperluas ekspansi ke negara Islam dengan cara mendapatkan sertifikasi halal.

Perusahaan yang masuk dalam 5 besar di sektor farmasi Korea ini juga akan membangunan pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia serta melakukan pembinaan peneliti bio untuk penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan yang menggunakan biofarmasi dan stem cell.

Adapun dalam bidang pengobatan regeneratif, Daewoong bekerja sama dengan salah satu perusahaan afiliasinya, CGBio, untuk memasok alat kesehatan untuk perawatan bekas luka, prosedur regenerasi kulit, perbaikan scoliosis, protein pembentukan tulang, dan berencana untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat teknologi medis stem cell terbaik di dunia.

CGBio, perusahaan ahli dalam bidang pengobatan regeneratif menyediakan tidak hanya alat kesehatan bio-regeneratif seperti ‘Novosis’ dan ‘Lumfix’ yang merupakan alat kesehatan berupa protein pembentukan tulang dan perbaikan scoliosis, namun juga memberikan solusi pencegahan penuaan dalam beragam bidang estetik berbasis stem cell. Kedua alat kesehatan ini sudah memiliki izin dari Kementerian Kesehatan.

Di samping itu, dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, Daewoong memperkenalkan sistem perawatan kesehatan seperti di Korea melalui grup afiliasinya.

Sistem tersebut memungkinkan Daewoong memberikan pelayanan yang dapat mengefisiensi manajemen kesehatan proaktif dan meningkatkan produktifitas maupun efisiensi dalam mengembangkan obat-obatan terbaru dengan menggunakan big data dan AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan buatan). Hers

Redaksi Sribernews

Next Post

Zenyum Hadirkan Teknologi Tinggi Rawat Gigi

Fri Oct 25 , 2019
JAKARTA.SRIBERNEWS–Perkembangan teknologi saat ini berkontribusi penting bagi industri kedokteran gigi khususnya ortodontik dalam mendukung proses perawatan gigi yang lebih baik. Mendukung hal tersebut, Zenyum, perusahaan penyedia kawat gigi transparan (Invisible Braces) yang mengusung tagline “Smile More”, hadir dengan menggabungkan berbagai inovasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perawatan gigi yang […]