Tambahan Cuti Lebaran Idul Fitri Pindah ke Akhir Tahun 2020

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRIBERNEWS–Pemerintah memutuskan mengubah beberapa hari libur,termasuk libur bersama dalam rangka Idul Fitri ke tanggal 28-31 Desember.

Pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan mudi, mengingat penyebaran Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

Demikian hasil rapat koordinasi antarmenteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Rapat dilakukan melalui cideo conference diikuti Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah, Menag Fachrur Razi, Menparekraf Wisnutama, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, Kapolri Idham Aziz, perwakilan kementeria, dan lembaga terkait lainnya.

Baca Juga:  FUJIFILM Luncurkan Smartphone Printer INTAX Mini Link

Hasil rapat ini kemudian dilansir laman resmi Sekretarian Kabiner www.setkab.go.id.

“Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Imbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020,” ujar Muhadjir Effendy

Berdasarkan kesepakatan rapat, beberapa perubahan cuti bersama adalah sebagai berikut:

Libur Hari Raya Idulfitri tetap pada tanggal 24-25 Mei 2020. Tambahan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 28 Oktober 2020.
Tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020.

Baca Juga:  Open House, Presiden di Istana, Ketua MPR di Rumah Dinas, Gubernur DKI di Kediaman Pribadi

Pergeseran cuti bersama di akhir tahun, menurut Menko PMK, dilakukan dengan pertimbangan Covid-19 telah tertangani dengan baik. Selain itu, Menko PMK sampaikan bahwa akhir tahun anak-anak libur sekolah dan keluarga juga punya waktu cukup untuk merencanakan liburannya.

Menko PMK menegaskan kembali agar masyarakat merayakan Hari Raya di daerah setempat dan tidak melakukan mudik lebaran.

“Mobilitas antarprovinsi akan benar-benar dibatasi dan diprioritaskan untuk distribusi logistik dan keperluan medis,” katanya. DBS