RAPIMNAS KAHMI: New Normal Harus Terukur, Sience Based-Policy, Utamakan Keselamatan Rakyat

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRIBERNEWS—Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI) meminta pemerintah untuk secara terukur memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (new normal) dengan berbasis pada science based-policy, koordinasi Pusat dan Daerah yang baik, serta memperhatikan sungguh-sungguh keselamatan rakyat.

Hal Ini merupakan salah satu rekomendasi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KAHMI secara virtual selama 3 hari Senin–Rabu,tanggal 8 – 10 Juni 2020.

Rapimnas III MN KAHMI diikuti Pimpinan Majelis Wilayah Kahmi Seluruh Indonesia. Turut memberi Pengarahan, Menkopolhukam, Prof.Dr Mahfud MD, Ketua Dewan Penasehat MN KAHMI, Dr.Ir.Akbar Tanjung.

Rapimnas menghasilkan tujuh reIII komendasi yangdi bacakan oleh Sekjen MN KAHMI Manimbang Kahariady, menjelang penutupan Rakernas III, pada Sidang Pleno IV, Rabu, 10 Juni 2020.

Baca Juga:  Hari Ini Total 1046 kasus Corona COVID-19

Tak hanya meminta new normal dilakukan dengan science based-policy, serta koordinasi yang baik pusat-daerah, Rapimnas merekomendasikan agar Pemerintah menggunakan disrupsi Covid-19 yang telah melalui banyak pengorbanan diberbagai bidang dijadikan momentum mentransformasikan aspek-aspek strategis tata kelola pemerintahan menjadi lebih esensial, efisien, dan efektif.

Terkait Pilkada Desember 2020, Rapimnas meminta agar dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan rakyat dan memperhatikan kualitas demokrasi.

Rapimnas juga meminta KAHMI proaktif merespon isu-isu kontemporer (seperti TKA, Komunisme, Covid-19, Pilkada) dan strategis legislasi (seperti RUU, HIP, UU Pemilu dan lainnya) yang menjadi prioritas legislasi nasional dan menyangkut hajat hidup orang banyak agar tidak menjadi ancaman stabilitas nasional.

Baca Juga:  LIFESTYLEEOWA 2020, Jaring Peserta Entrepreneur Wanita Wilayah Indonesia Timur

“ Ke lima, KAHMI di setiap tingkatan untuk membuat gugus pemikir berbasis kompetensi yang menjadi penggerak inovasi di setiap tingkat pemerintahan,” kata Manimbang.

KAHMI juga diminta untuk mulai merintis amal usaha organisasi, menumbuhkan generasi muslimpreneur dan menjadi jembatan (bridging) pengembangan usaha yang dimiliki alumni KAHMI menjadi lebih besar.
Rapimnas juga meminta KAHMI di segenap jenjang kepemimpinan tetap menjalankan roda organisasi, termasuk musyawarah pergantian pengurus, dengan memanfaatkan teknologi informasi agar peran-peran kontributif tetap dapat dijalankan dalam situasi apapun. MAHDI/S1