Masih Ramai Isu Said Didu Tersangka

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRIBERNEWS—Meskipun pihak Mabes Polri sudah membantah, isu mantan Sekretaris BUMN Said Didu sudah menjadi tersangka dalam kasus ujaran kebencian terhadap Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan masih terus beredar
Berbagai komentar netizen pun beragam baik yang setuju maupun tidak setuju. Informasi tersebuttak saja ramai di media daring, juga dalam berbagai media sosial seperti Whatsapp Grup. Bahkan di Twitter heboh masih berlangsung hingga Jumat, 12 juni 2020.

Muncul tagar #KamiBersamaSaidDidu untuk mendukung Mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu. Tagar tersebut awalnya dibuat oleh akun Twitter bernama @Jhonkosmik.

“Siapkah saudara mendukung 1.000.000 cuitan bertagar #KamiBersamaSaidDidu? Mari kita buktikan hingga pukul 02.00 WIB. Buka mata semua orang bahwa di negeri para pejuang masih banyak yang berani menyuarakan kebenaran,” cuit akun @Jhonkosmik.

Lalu muncul cuitan lain dari warganet yang berharap agar Said Didu segera bebas dan terhindar dari kasus hukum.
Pengacara Said Didu, Damai Hari Lubis menyatakan pihaknya belum menerima surat pemberitahuan ataupun penetapan tersangka pada kliennya itu.

“Terus terang sebagai salah seorang kuasa hukumnya kami belum tahu dan belum menerima surat pemberitahuan apapun. Baru kemarin saya komunikasi dengan beliau menanyakan perkembangan perkara, katanya (kasus) masih berlanjut,” ujar Damai Hari Lubis sebagai dilansir Kantor Berita Antara.

Baca Juga:  Tupperware Speedy Grater, Mudahkan Mom di Dapur

Ramainya isu tersebut kemudian ditepis dengan pernyataan tegas pihak Polri. “Sampai dengan saat ini SD belum ditetapkan sebagai tersangka, dan proses penyidikan masih berlanjut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono melalui video telekonferensi, Kamis (11/6/2020).

Isu tersebut muncul lantaran beredarnya surat dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Surat yang beredar tersebut bernomor B/47/VI/2020/Dittipidsiber tertanggal 10 Juni 2020.

Dalam surat itu disebutkan, “penyidik akan melakukan gelar perkara peningkatan status tersangka, memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Sdr Dr Ir H Muhammad Said Didu”.

Menurut Awi, saat ini penyidik sedang menunggu hasil digital forensik dari laboratorium. “Penyidik masih menunggu hasil analisa digital forensik dari barang bukti yang telah diserahkan penyidik ke laboratorium,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, pihak Luhut Binsar Panjaitan melaporkan said Didu ke Polri terkait ucapan Said Didu kanal YouTube Muhammad Said Didu beberapa waktu lalu.

Video yang tayang pada 28 Maret 2020 tersebut diberi judul “MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG”.
Dalam video tersebut, Said Didu menyoroti soal isu persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) baru yang masih terus berjalan di tengah usaha pemerintah dan semua pihak menangani wabah Covid-19.
Luhut sudah meminta Said Didu membuat permintaan maaf dengan estimasi waktu 2×24 jam. Namun, Said Didu tidak melakukannya.

Baca Juga:  AHY : Kami Tetap Solid

Said sudah 2 kali dipanggil Bareskrim namun tak dipenuhinya. Pertama, Senin 4 Mei 2020), dengan alasan mematuhi ketentuan PSBB. Panggilan kedua pada Selasa 19 Mei 2020 dengan alasan korona.

Kuasa hukum Said, Letkol CPM Puurn Helvis menegaskan kliennya tidak sedikitpun berniat dan melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong sebagaimana yang dilaporkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan melalui penasehat hukumnya.

Yang telah dilakukan Said Didu dalam video di Channel Youtube M. Said Didu adalah ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19 di Indonesia.

Helvis juga mengungkapkan dalam kasus hukum ini, Said Didu akan didampingi Tim Advokasi yang terdiri dari unsur ahli hukum, tokoh masyarakat, akademisi, ulama, tokoh lintas agama, juga purnawirawan TNI. Berbagai organisasi masyarakat juga mengirimkan perwakilannya di tim advokasi ini.
Khusus bidang hukum ada lebih dari 200 pengacara yang akan mendampingi Said Didu. DBS/S1