Bumbu Penyedap Tak Bahaya jika Digunakan Bijak

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA. SRIBERNEWS–PT Sasa Inti, perusahaan FMCG Makanan dan Bumbu, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) menggelar edukasi penggunaan bumbu penyedap rasa kepada masyarakat.

Edukasi dikemas dalam acara talk show bertajuk “Penggunaan Bumbu Penyedap Rasa dengan Bijak Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan” menghadirkan Ketua Umum PDGKI Nurpudji A. Taslim dan Maya Surjadjaja selaku Head of Partnership, Development and Inter-institutional Relationship PDGKI.

Glutamate (MSG) telah umum digunakan sebagai bahan penambah rasa masakan sejak puluhan tahun yang lalu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, banyak orang yang berasumsi MSG dapat menggangu kesehatan tubuh karena dianggap merusak otak yang berpengaruh terhadap penurunan intelegensi.

Baca Juga:  16 Tim Bertempur di Grand Final PUBG Mobile Campus Championship

Terkait dengan asumsi tersebut, menurut Nurpudji, penggunaan bumbu penyedap rasa tidak berbahaya bagi kesehatan selama penggunaannya dilakukan dengan bijak. Dalam arti, bahan penyedap rasa itu digunakan sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan.

“Jika kita memperhatikan asupan gizi dengan baik dan menggunakan MSG dalam porsi yang tepat dan seperlunya, tentunya tubuh kita tetap sehat dan tidak perlu dikhawatrikann MSG tersebut memberikan efek negatif terhadap kesehatan,” ujarnya kepada media di Jakarta, pekan lalu.

Baca Juga:  Deklarasikan Pilpres Damai, Palembang Brothers Ajak Bersikap Santun dan Damai

MSG memberikan aroma khas jika dibubuhkan ke dalam makanan olahan.

Secara kimia, MSG berbentuk seperti bubuk Crystalline berwarna putih yang terkandung atas 78% asam glutamat dan 22% sodium dan air.

Asam glutamat ini tidak memiliki perbedaan dengan asam glutamat yang terkandung dalam tubuh manusia dan dalam bahan-bahan makanan alami seperti keju, ekstrak kacang kedelai dan tomat.

Albert Dinata, GM Marketing PT Sasa Inti tetap optimis penetrasi Sasa di market akan terus tumbuh. REL