Heboh Stafsus Presiden Kasih Perintah ke Camat se Indoneia

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRIBERNEWS–Dalam dua hari ini jagat maya Indonesia dihebohkan dengan perilaku staf khusus (stafsus) Presiden, Andi Taufan Garuda Putra.

Andi menjadi sorotan bukan hanya karena menjadikan perusahaan yang ia dirikan untuk terjun dalam program Covid-19, juga kaena dia menggunakan kop staf khusus presiden dalam menjalankan bisnisnya.
Meskipu kemudian dia meminta maaf, namun hal tersebut tidak mengurangi kitikan terhadap dirinya.

Staf milenial Jokowi tersebut mengirim surat dan memberi instruksi kepada seluruh camat di Indonesia.

Perusahaan Andi, Amartha yang berada di bendera PT. Amartha Mikro Fintek, bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dalam penanganan Covid-19.

Hal pertama, penunjukan Amartha yang merupakan startup peer to peer lending ini dipersoalkan.
Kedua, surat instruksi kepada aa camat se Indonesia menggunakan kop staf khusus.

Berbagai respons mengkritik dari warganet, staf milenial Jokowi itu dinilai tak tahu malu.

Dalam surat tersebut, Andi meminta pemerintah kecamatan untuk bekerja sama dengan tim Amartha yang telah berkomitmen untuk menjalankan program Relawan Desa Lawan Covid-19.

Program ini berupa edukasi dan penyaluran bantuan untuk penanggulangan Covid-19.

Relawan Desa Lawan Covid-19 merupakan program yang dibentuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam penanggulangan Covid-19 tingkat desa. Sasaran proga, ini di wilayah Jawa, Sulawesi dan Sumatera.

Ada dua poin utama dalam surat yang ditujukan kepada camat di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Resmi Divaksin Covid 19

Pertama, edukasi Covid-19. Dalam hal ini petugas lapangan Amartha akan aktif mengedukasi masyarakat desa, khususnya Mitra Amartha, untuk menyosialisasikan tahapan gejala, penularan dan pencegahan Covid-19 sesuai protokol kesehatan dan standar Badan Kesehatan Dunia.

Petugas Amartha juga akan menyosialisasikan kepada masyarakat desa tata cara pencegahan penularan Covid-19, melalui pola hidup sehat dan bersih sampai penerapan physical distancing.

Kedua, dari program ini yakni pendataan kkebutuhan alaat pelindung diri (APD) Puskesmas.

Mantan Menteri Koordinator perekonomian, Rizal Ramli mengatakan sikapAndi Taufan yang mempromosikan perusahaannya itu termasuk aji mumpung.

Dalam cuitannya, Rizal sampai menyindir keras Amartha dipakai untuk menjalankan program penanggulangan Covid-19.
“Stafsus muda2 sudah abusive, tidak tahu malu ! Tidak punya etika, ndak ngerti bahwa” conflict of interest” itu tidak boleh. Payah abis. Belajar dari siapa ya? Fwrd: 7.094 kecamatan seluruh Indonesia harus bekerja sama dg PT milik Staf Khusus @jokowi,” tulis Rizal di akun Twitternya.

Minta Maaf

Kegaduhan di jagat maya direspon Andi dengan menyampaikan permohonan maaf terkait surat yang ditujukan kepada para camat seluruh Indonesia untuk bekerja sama dengan dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Andi juga mencabut surat tersebut usai mendapat kritikan dari sejumlah pihak.

“Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut,” ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2020).

Andi mengakui kesalahannya menjadi pelajaran penting ke depannya dalam hal memberikan kontribusi kepada Indonesia.

Baca Juga:  Acer Rilis Lini Laptop Predator Gaming Canggi Terbaru

“Untuk itu saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan masukan. Tentunya hal ini akan menjadi pelajaran penting bagi saya sebagai anak muda yang ingin memberikan kontribusi untuk negeri, agar tetap mengikuti kaidah aturan dalam sistem birokrasi,” ucap dia.

CEO PT Amartha Mikro Fintek itu menuturkan surat yang ditujukan kepada para camat bersifat pemberitahuan dukungan kepada program Desa Lawan Covid-19 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Maksud saya ingin berbuat baik dan bergerak cepat untuk membantu mencegah dan menanggulangi Covid-19 di desa, melalui dukungan secara langsung oleh tim lapangan Amartha yang berada di bawah kepemimpinan saya,” ucap dia.

Lebih lanjut, Andi mengatakan surat pemberitahuan tersebut, murni atas dasar kemanusiaan dan dengan biaya PT Amartha dan donasi masyarakat, yang akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

Ia menegaskan surat pemberitahuan tersebut dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD.

Andi berjanji akan terus bergerak membantu Pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19. Selain itu juga bekerjasama dan bergotong royong dengan seluruh lapisan masyarakat, baik Pemerintah, swasta, lembaga dan organisasi masyarakat lainnya untuk menanggulangi Covid-19 dengan cepat.

“Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul. Apapun yang terjadi, saya tetap membantu desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya,” katanya. DBS