Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber, Keluarga AA Belum Mampu Tunjukkan Bumti AA Gila

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SRIBERNEWS–Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengatakan hingga saat ini pihak keluarga belum bisa menunjukkan surat yang menyatakan AA, pelaku penusuk Syekh Ali Jaber, pernah dirawat di RSJ.

Jika tidak ada bukti terkait hal itu, keputusan soal kejiwaan AA akan ditentukan oleh pengadilan.

“Kalau tidak ada, yang menentukan dia dirawat di RSJ atau tidak ada itu putusan pengadilan,” ucap Yan Budi, Selasa, 15 September 2020.

Menurut dia, Polisi akan terus mendalami terkait kejiwaan AA.

“Kita tetap pada proses hukumnya.

Apakah dia pernah dirawat inap atau tidak,kami harus konfirmasi dahulu ke RSJ, karena belum ada kartu kuningnya,” kata Yan Budi, sebagaimana dilansir Kompas.com.

Lebih lanjut, Yan Budi juga mengatakan pihaknya juga masih mendalami terkait motif tersangka.

“Motif masih kami dalami.

Omongan masih simpang siur,” kata Yan Budi.

Pihak kepolisian juga belum bisa berasumsi apakah ada orang yang menyuruh tersangka melakukan penusukan.

“Sementara belum ada,” ujarnya lagi.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung membantah tersangka penusukan Syekh Ali Jaber pernah menjalani pemeriksaan kejiwaan di sana.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala bagian Humas RSJ Provinsi Lampung David.

Pihak RSJ sudah menelusuri arsip pasien dari empat tahun ke belakang.

Baca Juga:  Cegah Corona, McDonald's Tutup Layanan Makan di Tempat

“Sudah kami cek, tidak ada rekam jejak pelaku berobat ke kami,” ujar David, Senin (14/9/2020), sebagaimana diberitakan Tribun Lampung.

Sementara itu, sebuah pernyataan muncul dan viral diakun Instagram @welzaonistia yang mengaku sebagai tebtangga AA, pelaku penusukan Syekh Ali Jaber.

Menurutnya, AA tidak gila, motif dibalik penusukan Syekh Ali Jaber berkemungkinan disuruh.

AA disebutnya bermasalah keuangan, tidak bekerja, dan istrinya baru saja melahirkan.

“Tetangga gang rumah gue ini, dia gak gila. Dia masih waras. Pasti dia disuruh dan dibayar buat nusuk Syeikh karna istri nya baru ngelahirin. Dia kagak ada pemasukan dana, kerja juga kagak,” tulis akun Welzaonistia.

Menurut Yan Budi, As sering berpindah – pindah tempat.

“Yang bersangkutan sering berpindah-pindah. Awalnya di Rawajitu, lalu ke Tamin dan pernah di Natar,” kata Yan Budi Jaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sementara itu Syekh Ali Jaber menduga ada motif tertentu hingga pelaku nekat melakukan penusukan saat dirinya tengah mengisi kajian di Bandar Lambung, Minggu (13/9/2020).

Syekh Jaber mengaku ada kejanggalan yang ia temukan setelah menjadi korban penusukan.

Syekh Ali Jaber juga menampik pengakuan orangtua pelaku yang menyebut putranya mengidap gangguan kejiwaan.

Bukan tanpa alasan pendakwah 44 tahun ini merasa janggal setelah melihat dalamnya luka tusukan akibat perbuatan si pelaku.

Baca Juga:  Atmos Resmi Hadir di Indonesia

“Kalau urusan pribadi, saya tidak ada tuduhan.

Tapi secara hukum, dia (pelaku) harus diproses,” kata Ali Jaber saat ditemui usai kejadian di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame, Minggu (13/9/2020) malam.

“(pelaku) bukan orang yang, maaf, gila sembarangan,” katanya.

Dari segi kekuatan, badannya kurus, kecil.

“Tidak mungkin jika melihat tubuhnya bisa ada kekuatan sampai separuh pisau menusuk,” kata Ali Jaber.

Ali bersyukur sempat menengok sekilas ke arah kanan.

Beberapa detik sebelum ditusuk, dia sedang berinteraksi dengan jemaah yang berada di sisi kiri panggung.

“Mungkin jika saya masih fokus dengan jemaah di sebelah kiri, mungkin sangat mudah dia menusuk bagian dada atau di leher.

“Karena dia tangan di atas, bukan menusuk ke perut,” kata Ali Jaber.

Sebagaimana diketahui, Syekh, Ali Jaber ditusuk seorang pemuda berinisial AA saat menghadiri pengajian dan wisuda Tahfidz Alquran di Masjid Falahudin yang berada di Jalan Tamin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Minggu (13/9/2020) sore.

Akibat kejadian itu, Ali Jaber menderita luka tusuk di bahu dan harus menerima enam jahitan di bagian dalam dan empat jahitan di bagian luar.

Pelaku ditangkap oleh jemaah dan telah diserahkan ke pihak berwajib. DBS/ S2