Kejagung: Rini yang Laporkan Kasus Jiwasraya

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRIBERNEWS–
Kejaksaan Agung mengatakan pengusutan kasus Jiwasraya berawal dari laporann Rini Soemarno saat menjabat Menteri BUMN. Rini melaporkan adanya dugaan fraud di Jiwasraya.

“Kasus Jiwasraya bermula dari adanya laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno yang tertuang dalam nomor: SR-789/MBU/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiono, dalam keterangan tertulis, Senin (13/1/2020).

Baca Juga:  Pemerintah Izinkan Usia di Bawah 45 Tahun Beraktifitas

Hari menjelaskan ada dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan 13 perusahaan. Menurutnya, penyalahgunaan investasi itu melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik sehingga menyebabkan ada indikasi kerugian keuangan negara Rp13,7 triliun.

Kejagung terus melakukan pemeriksaan secara maraton terkait kasus Jiwasraya. Kejagung menjadwalkan 7 orang saksi di antaranya dari perusahaan Bursa Efek Indonesia.

Dalam keterangan pers, hadir tujuh saksi yang hadir di antaranya yakni. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Bursa Efek Indonesia (Goklas AR Tambunan),
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia (Vera Florida), Kepala Divisi Perusahaan 1 Bursa Efek Indonesia (Adi Pratomo Aryanto), Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia (Irvan Susandy), Endra Febri Styawan, Kepala Unit Pemeriksaan Transaksi Bursa Efek Indonesia, mantan Direktur PT. OSO Manajemen Investas Lies Lilia Jamin dan Syahmirwan. REL