174 Ormas Tergabung dalam ANAK NKRI Kembali Gelar Demonnstrasi Tuntut RUU HIP Dicabut

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SRIBERNEWS–Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI kembali menggelar demonstrasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020
Sebagaimana aksi sebelumnya, aliansi yang terdiri atas 174 Ormas ini seperti Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), menuntut agar DPR mencabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dari Prolegnas dan pengusutan inisiator RUU tersebut.

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menegaskan tak hanya menuntut agar RUU ini dicabut dari prolegnas, mereka juga menuntut agar inisiator RUU HIP yang menjadi polemik segera diusut.

Baca Juga:  Film 21 Bridges Segara Tayang

Selain ANAK NKRI, ejumlah elemen masyarakat seperti buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga bakamenggelar demo di Gedung MPR/DPR. Mereka menuntut DPR menghentikan pembahasan omnibus law RUU Ciptaker saat pandemi virus corona.

Banyaknya massa yang berdemonstrasi dengan tujuan berbeda-beda ini membuat polisi membuat sekat: Sisi kanan disediakan untuk ormas buruh dan mahasiswa, sementara sebelah kiri untuk Anak NKRI.

Baca Juga:  Asia Pacific Predator League 2020 Dimulai, Rebut Hadiah USD 400.000

Sayangnya para peserta aksi tidka dapat masuk ke dalam Gedung DPR/MPR. Langkah mereka ditahan petugas keamanan yang sudah berjaga-jaga dengan siaga. Sebelum ini penolakan terhadap RUU HIP juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
RUU HIP ini menjadi polemik berkepanjangan karena ada dugaan mengganti Pancasila. Massa terkesan marah karena belum ada usulan agar RUU HIP dicabut. Padahal beberapa RUU seperti Penghapusan Kekerasa Seksual sudha diusulkan dikeluarkan drai Prolegnas. DBS/ S1