Beli Hak Siar Liga Inggris, Direktur Utama TVRI Helmi Yahya Dipecat

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRRIBERNEWS–Dewan Pengawas (Dewas) TVRI memberhentikan Helmi Yahya dari jabatannya sebagai Direktu Utama TVRI.

“Keputusan tersebut diambil berlandaskan pada kewenangan Dewas yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2005 tentang LPP TVRI,” kata Ketua Dewan Pengawas TVRI, Arief Hidayat Thamrin, Jumat (17/1/2020).

Salah satu poin yang mendasari pemecatan Helmy Yahya karena pembelian program Liga Inggris yang tayang setiap Sabtu dan Minggu.
Terkait hal tersebut mengatakan jangkauan luas yang dimiliki TVRI menjadi salah satu alasan pembelian program Liga Inggris. Selain itu, program yang ditayangkan setiap Sabtu dan Minggu ini dinilai banyak peminatnya.

Semua stasiun di dunia ingin memiliki sebuah program killer content, monster content , atau locomotive content yang membuat orang menonton TVRI karena mereka yakin jangkauan TVRI lima kali lipat dari TV lain.

“Akhirnya kami mendapatkan bekerja sama dengan Mola TV untuk menayangkan Liga Inggris,” katanya dalam jumpa pers di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17 /1/ 2020).

Baca Juga:  The China‚Äôs Corona Effect, Pencegahan vs Pengobatan

Helmy mengaku sempat tak percaya TVRI dapat bekerja sama dengan Mola TV terkait hak siar Liga Inggris. Saat keputusan itu diambil, Helmy mengakui banyak pihak yang mempertanyakan perihal anggaran.

Helmy mengaku telah membahas dengan Dewas TVRI membahas Liga Inggris itu. Dia bersama Dirut lainnya telah bertemu dengan Ketua Dewas dan anggota bertemu membahas hal tersebut.

“Di kami di direksi punya korbid, kepada Dewas yang bersangkutan. Macam saya Korbidnya Pak Moko, Saya buka puasa bersama beliau saya sampaikan secara informal, saya sampaikan kita akan punya Liga Inggris tolong dukungan,” Beber Direktur Program dan Pemberitaan TVRI Apni Jaya Putra.

Menurut Apni, secara admimistratif Liga Inggris dilaporkan kepada Dewas pada tanggal 17 Juli 2019. Rapat dipimpin Ketua Dewas Arif Thamrin minus pak Moko lalu direksi semua lengkap

“Kepada Dewas dilaporkan mengenai jenis kerjasama. Kemudian harga, pendapatan iklan dan sistem enkripsi. Dewas melalui surat 127/Dewas/2019 tanggal 18 Februari memberikan surat arahan mengenai Liga Inggris 18 Juli,” jelasnya.

Baca Juga:  Jakarta, Jabar, Jateng Mati Lampu

Non Aktif

Sebelum resmi dipecat, Kamis (16/1/ 2020), Helmy Yahya pernah dinonaktifkan sementara oleh Dewan Pengawas TVRI.

Dewan Pengawas TVRI mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 3 Tahun 2019 yang berisi penetapan nonaktif sementara Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dan pengangkatan Direktur Teknik TVRI Supriyono sebagai Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama TVRI. Surat tersebut dikeluarkan pada Rabu, 4 Desember 2019.

Menanggapi surat keputusan tersebut, Helmy Yahya juga mengirimkan surat kepada Dewan Pengawas TVRI dan menyatakan bahwa dirinya masih merupakan Direktur Utama TVRI yang sah periode 2017-2022 dan akan tetap menjalankan tugas.

Pada 18 Desember 2019, Helmy menyampaikan surat pembelaan kepada Dewas.

“Melalui Sidang Pleno, Dewan Pengawas menyatakan tidak menerima jawaban Helmy Yahya,” tegas Arief.

Hal ini disebabkan karena beberapa alasan. Salah satunya Helmy Yahya dikatakan tidak bisa memberikan alasan di balik pembelian program dengan biaya besar. Program yang dimaksud adalah pembelian hak siaran Liga Inggris. DBS