Tayangan Film Jejak Khilafah di Nusantara Alami Antiklimaks

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SRIBERNEWS—Riuh rendah pemutaran film Jejak Khilafah di Nusantara yang mewarnai jagat medsos mencapai antiklimaks pada hari H, Selasa, 18 Agustus 2020bertepatan dengan 1 Muharam 1442 Hijriyah.
Para penonton film dokumenter harus kecewa berat. Penayangan film tersebut tidak berjalan mulus. Selain sulit diakses, film juga mengalami down saat sedang berjalan.
Beberapa link yang dibagikan di media sosial Twitter maupun di Youtube tidak bisa diakses dengan tulisan ‘Konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah’ termasuk Khilafah channel yang merupakan offical film tersebut.

Channel lainnya Ade Jawabi di Youtube, yang mengunggah ulang film ini dengan judul FANS PAGE – JEJAK KHILAFAH DI NUSANTARA (UNOFFCIAL), hingga pukul 11.48 WIB masih bisa dinikmati penonont, , namun film hanya terus berputar di pembukaan.
Penonton pun terus membahas hal ini di media sosial mereka. Sebagianmenilai hal ini sebagai tindakan pemerintah Indonesia yang memblokir link film yang menyuguhkan awal mula masuknya Islam di Nusantara melalui Aceh.
Dilansir Fixindonesia dari laman portal-islam.id, Khilafah Channel yang sekaligus official film Jejak Khilafah di Nusantara telah ditonton hingga 276.194 penonton.
Film tersebut diinisiasi Sejarawan Nicko Pandawa bersama Literasi Islam JKDN tersebut diketahui bercerita soal hubungan Indonesia yang dulu disebut Nusantara yang nyatanya mempunyai kaitan erat dengan Khilafah Islamiyah, terutama dengan masa Khilafah Ustmaniyah Turki. Namun belakangan terdapat complain dari pakar sejarah yang menyatakan taka da bukti adanya hubungan antara perjalanan Islam di Aceh dan Khilafah Ustmani.
Dukungan dan ajakan menonton film ini datang dari berbagai kalangan.
Atas “pemblokiran “tersebut, Wakil Sekjen MUI Pusat Tengku Zulkarnain menyatakan protes di twitternya. @tengkuzulkarnain
“Dengan ini saya meminta jawaban resmi dari pak @jokowi sebagai Presiden RI, Yai Ma’ruf Amin dan pak @mohmahfudmd:”Apa alasan Keluhan Pemerintah atas Video Jejak Khilafah sebagai Sejarah?”Apakah ada hukum negara yang dilanggar?NKRI negara hukum, tidak oleh sewenang wenang…!


Tak hanya itu, sore harinya jagat sosmed dipenuhi banyak channel yang isinya menghantam KAMI. Sementara itu tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait hal ini.HERS/S1