Gedung Kejaksaan Agung Belum Diasuransikan

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SRIBERNEWS–Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta menyebutkan GedungKejaksaan Agung RI yang terbakar belum diasuransikan.
“Gedung Kejaksaan Agung apakah diasuransikan atau tidak? Dalam catatan kami belum diasuransikan,” kata Isa dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (25/8/2020).
Sebab itu, pembangunan kembali terhadap Gedung yang terbakar pada Sabtu, 23 Agustus 2020 kemarin membutuhkan penganggaran baru dalam APBN. Lantaran untuk tahun ini tidak dianggarkan.
“APBN tahun ini pasti tidak ada karena belum pernah dianggarkan. Paling cepat 2021 kalau bisa dimasukkan dalam proses penyusunan RAPBN 2021,” ujar dia dilansir Antara.
Pihaknya kini sudah mulai melakukan penelitian dan pengkajian kekuatan dari strutur bangunan Kejaksaan Agung tersebut sebab telah berdiri sejak 1970.
“Awalnya gedung yang dibangun pada 1970 itu memiliki nilai sebesar Rp 7 juta. Namun, setelah direvaluasi nilainya kini mencapai Rp 155 miliar,” tutur dia.
Jika dihitung dengan renovasi yang pernah dilakukan, lanjut dia, maka nilai gedung tersebut mencapai Rp 161 miliar.
“Itu estimasi untuk memberi tambahan berapa kebutuhan anggaran. Sekarang sedang diteliti Kementerian PUPR dan Universitas Indonesia mengenai kekuatan struktur bangunan,” kata Isa.
P ihaknya sedang mendorong kementerian/lembaga untuk dapat mengasuransikan aset negaranya untuk menghindari terulangnya kejadian yang menimpa Gedung Kejaksaan Agung.
“Ini membangun budaya baru, menjaga ketertiban, pemeliharaan, dan pencegahan kebakaran. Pencegahan diutamakan daripada penanganan dampak musibah,” tegasnya.
Sejauh ini telah ada 10 gedung kementerian/lembaga yang sedang dalam proses untuk mengasuransikan gedungnya. Sedangkan seluruh gedung yang dikelola oleh Kementerian Keuangan dipastikan sudah diasuransikan.DBS/Antara/S1