KAHMI Dorong Lockdown di 8 Provinsi 0 Kasus Corona

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA. SRIBERNEWS– Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI)
mendorong pemberlakuan lockdown terbatas pada 8 Provinsi yang masih kasus 0 agar tidak terpapar Virus Covid-19 dengan dukungan logistik selama 30 hari.

“Itu salah satu kesepakatan kami dalam rapat pencegahan penyebaran Civic 19 MN KAHMI secara online pada tanggal 24 Maret lalu,” kata Sekjen MN KAHMI, Manimbang Kaharyadi, di Jakarta, Jumat (26/3/2020).

Menurut Manimbang yang juga merupakan Tim Satgas Covid 19 MN KAHMI, rapat juga menghasilkan beberapa kesepakatan lain.
Antara lain, mendukung pelaksanaan Social Distancing secara bertanggungjawab dengan mengerahkan pengawasan aktif dari aparat Kelurahan/Desa.

Pemerintah, lanjutnya, sudah merevisi Perpres No 75 tahun 2019 tentang Perubahan Perpres 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Baca Juga:  Idhul Adha, Jamsyar Salurkan 16 Ekor Sapi

Dalam revisinya wabah Corona masuk ditanggung BPJS Kesehatan sehingga bisa membantu pelayanan JKN bagi warga yang terdampak Covid-19. MN KAHMI bisa turut partisipasi dalam sosialisasinya dengan BPJS kesehatan

Pihaknya berharap pemerintah segera menetapkan Rumah Sakit Pemerintah/Swasta/TNI/Polri yang resmi dapat melayani kasus virus covid-19, dan menghindari adanya Rumah Sakit yang menolak pasien.

Tim Covid MN Kahmi, diharapkan responsif menyahuti kebutuan masyarajat yg terpapar wabah Covid 19, siap menampung dan menyalurkan bantuan dari para dermawan, kepada korban Covid 19.

“Kegiatan yang sama juga diharapkan dilaksanakan oleh Majelis Wilaya dan Majelis Daerah KAHMI seluruh Indonesia, untuk membantu kebutuhan APD dll di Rumah Sakit dalam wilayah MW/MD Kahmi masing-masing,” katanya.

Baca Juga:  KPU Tetapkan Jokowi -Amin sebagai Presiden - Wakil Presiden

Diharapkan Majelis Wilayah KAHMI memberikan atensi dan partisipasi aktif dlm kegiatan sosialisasi pencegahan dan menyampaikan informasi kepada Majelis Nasional KAHMI perkembangan situasi dan eskalasi dari penyebaran wabah tersebut

“Kami sepakat bahwa diperlukan kerjasama dgn pihak yg berkompeten untuk melakukan monitoring dan tracking terhadap mereka yang terkena dampak wabah virus corona untk mencegah perluasan penularan,” katanya.

Selain itu, menjajaki kemungkinan melakukan Pelatihan Relawan KAHMI tentang Penanggulangan COVID-19, kerjaama dgn PMI

Rapat juga membentuk TIM Relawan Nasional dengan Ketua: Ahmad Rifai Pohan dan Sekretaris: Suratman Malik..Mereka diminta segera membentuk tim untuk menjalankan tugas tugas TIM

‘Rapat untuj Kordinasi dan monitoring dilanjutkan pada Hari Jumat ,” katanya. Hers