Diserahkan, Berkas Tahap I Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SRIBERNEWS–Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas tahap I perkara “unlawful killing” terhadap empat anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung.

“Senin tanggal 26 April 2021 pukul 13.00 WIB, penyidik Dirtipidum Bareskrim Polri telah melaksanakan tahap penyidikan, yaitu penyerahan berkas perkara kasus Km 50 meninggalnya empat orang Laskar FPI yang diduga dilakukan saudara F dan Y,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 27 April 2021.

Menurut Ramadhan, sebagaimana dilansir kantor berita ANTARA, Selasa, 27 April 2021, pelimpahan berkas tahap I perkara ‘unlawful killing’ tersebut telah diterima oleh Kasubdit Pratuntutan (Pratut) Kejaksaan Agung. Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yakni Pasal 338 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.

Baca Juga:  Joyday Ice Cream CanangkanĀ  Joy Day

Dalam kasus ini ditetapkan tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka. Namun, saat proses penyidikan berlangsung salah satu tersangka berinisial EPZ meninggal dunia, karena kecelakaan tunggal.

“Untuk tersangka atas nama EPZ berdasarkan Pasal 109 KUHAP yang bersangkutan meninggal dunia maka penyidikan terhadapnya dihentikan, sehingga berkas perkara tersebut mengajukan dua tersangka, yaitu atas nama F dan Y,” kata Ramadhan.

Komnas HAM pada 8 Januari 2021 telah melaporkan hasil penyelidikan terhadap kematian empat dari enam orang laskar FPI yang berawal dari pembuntutan terhadap Rizieq Shihab pada 6-7 Desember 2020. Saat itu, anggota Polri mengikuti rombongan tokoh FPI itu bersama para pengawalnya dalam sembilan kendaraan roda empat bergerak dari Sentul ke Karawang.

Baca Juga:  Adira Virtual Expo 2020 Resmi Dibuka

Hasil investigasi Komnas HAM menyimpulkan bahwa insiden penembakan empat dari enam laskar itu merupakan pelanggaran HAM.

Menurut Anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam penembakan empat dari enam laskar merupakan “unlawful killing”, sebab dilakukan tanpa upaya menghindari jatuhnya korban oleh aparat kepolisian.

Ahmad Ramadhan menjelaskan F adalah sosok yang menembak laskar FPI di dalam mobil dan Y merupakan sopir yang mengendarai mobil.

Kedua polisi tersangka ini masih berstatus anggota aktif di Polda Metro Jaya. F dan Y tidak ditahan. “Dua tersangka atas nama F dan Y belum dilakukan penahanan. Jadi tidak dilakukan penahanan. Yang bersangkutan masih ada di Polda Metro,” ujar Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri.

Mereka tidak ditahan karena kooperatif selama menjalani pemeriksaan, dn tidak akan menghilangkan barang bukti. DBS/S1