BPH Migas Sebut Sub Penyalur Penting Agar BBM Satu Harga

Lombok Barat, Sribernews.com – Pembentukan sub penyalur harus didukung berbagai pihak, karena sangat signifikan dalam mengimplementasikan penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga secara nasional.

Hal tersebut sekaligus mampu memenuhi kebutuhan BBM bagi seluruh rakyat Indonesia, khususya di kawasan terpencil, terluar, tertinggal (3T).

“Penyaluran, pendistribusian, dan ketersediaan BBM harus bisa dinikmati oleh seluruh warga negara dimanapun dia berada,” kata Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Ahmad Rizal saat membuka acara sosialisasi implementasi sub penyalur dalam rangka percepatan penerapan harga BBM secara nasional di Senggigi, Lombok Barat, Sabtu (28/7/2018).

Ia menegaskan bahwa harga BBM di wilayah Indonesia harus sama dan satu harga. Namun selama ini dalam pelaksanaanya masih terkendala di kawasan 3T, karena berbagai faktor antara lain pendistribusian dan ketersediaan.

Pemerintah dinilai belum maksimal dalam menghadirkan BBM satu harga ke masyarakat pengguna di kawasan 3T. Untuk mendapatkan BBM mereka harus mengeluarkan uang yang banyak lantaran jauhnya jarak lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Dari data yang ada, di Indonesia ini hanya ada 7600 SPBU dan penyalur lain sehingga keberadaan sub penyalur sangat penting agar BBM cepat sampai ke masyarakat pengguna,” ucap Rizal. (Red/Agung)

Redaksi Sribernews

Next Post

Sub Penyalur Solusi BBM Kawasan 3T

Sun Jul 29 , 2018
Lombok Barat, Sribernews.com – Pemerintahan terus mengupayakan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Diperlukannya dukungan dari berbagai pihak untuk mengatasi persoalan di daerah itu. Seperti susahnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menilai, untuk penerapan BBM satu harga secara nasional diperlukannya pembentukan sub penyalur […]