Pinjam di Bank Amar Tak Harus Jadi Nasabah

JAKARTA.Sribernews–Amar Bank, Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp2 triliun, menawarkan kemudahan bagi peminjam peminjam tanpa harus menjadi nasabah Amar Bank. Kemudahan tersebut dilakukan melalui produk digital Tunaiku.

“Kami juga akan terus mengedepankan kolaborasi dalam layanan fintech (financial technology, kata Presiden Direktur Amar Bank Tuk Yulianto di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Menurut dia, melalui produk aplikasi digital KTA, Tunaiku, pihaknya telah mengucurkan dana lebih dari Rp1 triliun bagi masyarakat luas.
Keberhasilan Amar Bank melalui Tunaiku dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan pinjaman dengan kucuran dana mencapai lebih dari Rp 1 triliun, merupakan hasil kerja keras segenap karyawan dan juga prestasi dari strategi yang tepat,” kata Tuk Yulianto.

Aplikasi Tunaiku dari Amar Bank saat ini menjadi satu-satunya produk bank yang menawarkan layanan fintech (financial technology) untuk produk KTA digitalnya dengan cicilan yang ringan, dimana produk sejenis ini sebagian besar tidak berasal dari lembaga perbankan.

Sebagai lembaga intermediari keuangan, Amar Bank paham bagaimana melayani konsumen dan memberikan rasa aman ketika mengakses layanan keuangan dan layanan fintech yang mereka miliki. Hal ini dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan dengan mudah, cepat, aman, dan cicilan yang terjangkau.

“Tunaiku menawarkan kelebihan dari sebuah produk KTA digital, dimana peminjam tidak harus menjadi nasabah Amar Bank,” tegas Tuk Yulianto.

Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, apakah itu melalui KTA digital Tunaiku atau berbagai layanan keuangan lain yang dimiliki Amar Bank.
“Dengan makin mudahnya akses keuangan bagi masyarakat luas akan membuat masyarakat lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan baik personal ataupun usaha dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Tuk Yulianto.

Berbagi pengalaman

Dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in House baru-baru ini, Tuk Yulianto, memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya Tuk Yulianto berbagi pengalaman mengembangkan Tunaiku.
Dia ingin membantu BPR dan BPR Syariah mengembangkan berbagai pendekatan dan kolaborasi untuk mempercepat akselerasi inklusi keuangan dengan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan

Salah satu peserta diskusi Direktur Utama BPR Syariah Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko mengungkapkan, diskusi yang membahas mengenai layanan fintech ini sungguh menginspirasi.
“Dengan adanya kelebihan teknologi yang dimiliki oleh Tunaiku, yaitu salah satunya Artificial Intelligence (AI), kami dari BPRS ingin berkolaborasi bersama Tunaiku sehingga kami bisa menjadi channeling agent Tunaiku untuk wilayah kami dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas,” ungkap Novi Sujatmiko.SMA

Next Post

Steel Architectural Award 2019 Kembali Digelar

Tue Mar 12 , 2019
JAKARTA.Sribernews–Setelah sukses mengadakan Steel Innovation Award pada tahun 2017, Steel […]