Warga Berompi Kuning Kecam Tindakan Aljazair di Tindouf

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sribernews.com – Para warga yang mengenakan rompi kuning melakukan saksi demonstrantrasi.

Menurut situs web www.futurosahara.net, mengungkapkan para demonstran itu melakukan saksi dari tanggal 28 Januari hingga 1 Januari 2019.

Mereka mengungkapkan kemarahannya terhadap Aljazair karena membatasi kebebasan warga bergerak di Tindouf, Aljazair.

Para demonstran sebelumnya berkumpul di depan sekretariat umum Front Polisario di Rabouni.

Menurut laporan, Aljazair baru-baru ini menyita sejumlah paspor penduduk lokal Tindouf yang datang berkunjung dari negara-negara Eropa, tempat dimana banyak Diaspora di kawasan itu tinggal dan bekerja.

Baca Juga:  Virus Corona, Pemerintah Arabb Saudi Hentikan Kedatangan Jamaah Umroh, Banyak yang Kecewa

“Paspor adalah dokumen perjalanan yang harus dikembalikan kepada pemiliknya segera setelah polisi membubuhkannya,” ungkap laporan lokal yang dikutip para demonstran.

Yang lain juga menuduh polisi Aljazair melakukan pemerasan.

Tidak puas dengan menyita paspor mereka di pos pemeriksaan, polisi turut meminta uang kepada pemilik paspor, mengancam mereka dengan memperpanjang keterlambatan pengembalian dokumen mereka.

Otoritas Aljazair umumnya menyimpan paspor yang disita hingga satu bulan.

“Kami berkewajiban untuk tinggal di Tindouf dalam satu bulan,” ungkap seorang pengunjuk rasa dengan marah, mengeluh bahwa dalam kebanyakan kasus mereka hanya diperbolehkan dua atau tiga minggu liburan dari pekerjaan mereka di Eropa.

Baca Juga:  Jajaki Kerjasama, Ketum Himami Temui Rektor Maroko

“Menyita paspor kami selama satu bulan tidak bisa diterima,” kata yang lain.

Diketahui also pertama diselenggarakan oleh anggota diaspora Saharawi selama seminggu, dari 17 hingga 21 Desember 2018 di depan Kedutaan Besar Front Polisario di Aljazair tanpa mendengarkan permintaan mereka dan menemukan solusi untuk masalah-masalah ini. (Pop)