KBRI dan PPLN Brunei Sediakan Transportasi Gratis Bagi WNI Saat Pemilu 2019

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANDAR SERI BEGAWAN. Sribernews.com—KBRI dan PPLN Bandar Seri Begawan akan menyediakan transportasi bus dan kapal motor dari Kuala Belait, Tutong, dan Temburong ke KBRI secara gratis.

Demikian ditegaskan Dubes RI untuk Brunei Sujatmiko, di saat acara sosialisasi Tata Cara Pemilu 2019 bagi WNI di wilayah Kuala Belait dan sekitarnya di hotel V-Plaza,Kuala Belait, Brunei Darussalam, Sabtu (10/3/2019).

PernyataanDubes serentak disambut dengan gegap gempita oleh tidak kurang dari 350 peserta yang hadir.

Dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi disebutkan kebijakan tersebut dilakukan untuk memudahkan WNI di seluruh penjuru Brunei agar dapat hadir saat Hari H Pemilu 2019 tanggal 17 April 2019 di KBRI Bandar Seri Begawan.

Baca Juga:  Kerajaan Maroko Dorong Program Rehabilitasi dan Peningkatan Madinah

Menurut Sujatmiko, saat ini tengah disusun titik-titik penjemputan WNI beserta moda transportasinya di masing-masing wilayah dan dalam waktu dekat akan segera diumumkan secara luas.

Pada kesempatan itu, Sujatmiko juga berpesan mengenai perlunya bagi WNI di seluruh Brunei untuk selalu mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di negara tersebut agar terhindar dari berbagai jenis hukuman.

Pada acara sosialisasi tersebut disampaikan pula paparan teknis tata cara penyelenggaraan beserta simulasi pemungutan suara Pemilu 2019 oleh PPLN dan Panwaslu Bandar Seri Begawan.

Pada bagian tanya jawab, sebagian besar peserta menyampaikan apresiasi yang tinggi baik kepada KBRI maupun PPLN dan Panwaslu Bandar Seri Begawan yang telah berupaya untuk mempersiapkan Pemilu 2019 di Brunei dengan sebaik-baiknya.
Pada kesempatan itu, Sujatmiko juga berpesan mengenai perlunya bagi WNI di seluruh Brunei untuk selalu mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di negara tersebut agar terhindar dari berbagai jenis hukuman.

Baca Juga:  Putra Ahmed Khalil Sebut Polisario Harus Bertanggung Jawab

Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan beberapa pasal khusus dalam hukum syariah di Brunei Darussalam yang akan segera diberlakukan April 2019.

Ia menyampaikan keprihatinannya saat ini terdapat 52 WNI yang dipenjara, yaitu 40 orang laki-laki di Penjara Maraburong dan 12 orang wanita di Penjara Jerudong. Kasus-kasus yang dialami para WNI tersebut diantaranya 70% kasus pelanggaran keimigrasian dan 30% kasus-kasus lain seperti pencurian, perampokan, penyelundupan, asusila, penipuan, dan pembunuhan. SMA