Sedang Shalat Jumat, Ratusan Umat Islam Dtembak

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

CHRISTCHURCH. Sribernews.com- Duka kembali melanda kaum muslim.

Sebuah serangan bersenjata terjadi di Masjid Al Noor, yang terletak di Linwood, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Kejadian ini berlangsung ketika lebih dari 500 orang sedang melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Berdasarkan laporan Radio New Zealand (RNZ), saksi mata mengatakan sejumlah orang menjadi korban. Setidaknya ada empat orang yang terlihat sudah tergeletak, dengan banyak darah di sekitar mereka.

Pelaku dalam serangan ini disebut seorang pria disebut seorang saksi mata bernama Len Peneha.

Baca Juga:  Raja Maroko Pimpin Pengembangan Pelatihan Kejuruan

Dia mengenakan pakaian berwarna hitam. Ia melepaskan tembakan di dalam masjid dengan menggunakan senapan otomatis.

Peneha mengatakan pelaku kemudian melarikan diri sebelum polisi tiba. Saat ini, area di sekitar masjid dikosongkan demi keamanan.

Kepolisian Canterbury mengumumkan melalui jejaring sosial Twitter agar seluruh warga Christchurch tidak keluar sementara waktu dari rumah mereka. Sekolah-sekolah, serta sejumlah tempat publik, seperti area Katedral juga ditutup hingga pengumuman lebih lanjut.

Informasi dan kronologi peristiwa tersebut resmi dikabarkan oleh Kepolisian setempat, New Zealand Police melalui akun Twitter meeka, @nzpolice

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Arden, menyatakan penembakan di dua masjid di pusat Kota Christchurch yang menewaskan 40 orang pada Jumat (15/3/2019) siang sebagai insiden terorisme.

Baca Juga:  Kedubes Peru di Indonesia Akan Sajikan “Peru Cultura” 2019

“Kami meyakini bahwa 40 orang tewas dalam insiden kekerasan ekstremisme ini. Jelas bahwa insiden ini hanya bisa digambarkan sebagai serangan terorisme,” kata Ardern dalam jumpa pers di Wellington.

Ardern mengatakan Selandia Baru telah memberlakukan status keamanan tertinggi guna merespons insiden ini.

Sejauh ini, kepolisian Selandia Baru telah menangkap empat tersangka, salah satunya merupakan warga Australia. Ardern menuturkan keempat tersangka itu tak masuk dalam daftar hitam aparat keamanan. DBS/ SMA