Terobosan Spektakuler Ini yang Dilakukan Raja Mohammed VI untuk Maroko


JAKARTA, SRIBERNEWS.COM-Sejak naik tahta pada tahun 1999, menggantikan posisi Raja Hassan II, kiprah Raja Maroko Mohamed VI telah memulai serangkaian proyek besar.

Pemerintahannya memungkinkan kehidupan politik berkembang menuju modernitas dan demokrasi.

Selama dua puluh tahun masa pemerintahannya, raja mampu mengelola krisis saat-saat yang paling sulit dan mampu bangkit.

Selama 20 tahun terakhir, Maroko melakukan serangkaian reformasi politik, administrasi dan hukum di bidang hak asasi manusia (ham), yaitu penghapusan beberapa keberatan yang dibuat tentang konvensi internasional yang sudah diratifikasi Maroko, penciptaan sejumlah lembaga yang bekerja di bidang promosi dan perlindungan ham, dan konstitusi baru diberlakukan berkat keputusan raja yang berani dan murah hati.

Melalui konstitusi ini, Maroko telah mengalami reformasi yang sangat menyeluruh, seperti memperluas ruang lingkup hak dan kebebasan warga negara, independensi peradilan dari kekuatan eksekutif dan legislatif lainnya, dan memperkuat kekuasaan pemerintah dan parlemen. .

Selain itu, bahasa Amazigh juga telah diakui sebagai bahasa resmi, sama halnya dengan engan bahasa Arab. Atas penciptaan bahasa tersebut dari Institut Kerajaan Budaya Amazigh (IRCAM) pada tahun 2001, ia dihargai pada tahun-tahun awal masa pemerintahannya.

Untuk masalah perempuan, Mohammed VI menempatkan perempuan sebagai prioritas reformasi legislatif dan institusional.

Raja memimpin proses luar biasa memodernisasi status perempuan Maroko, seperti yang ia tekankan dalam beberapa pidatonya tentang perlu sekali mempromosikan peran perempuan.

Reformasi keluarga adalah salah satu proyek terbesar yang diprakarsai oleh raja. Reformasi ini lahir pada Oktober 2004, setelah debat masyarakat yang berlangsung lebih dari empat tahun, antara kaum konservatif dan modernis.

Ia dianggap sebagai raja untuk kaum papa, Mohammed VI menjadikan kemiskinan sebagai salah satu perhatian utama pemerintahannya, meluncurkan Inisiatif Nasional untuk Pembangunan Manusia (INDH) pada 18 Mei 2005 lalu, yang bertujuan untuk memerangi ketidaksetaraan, kemiskinan dan kerawanan sosial.

Inisiatifnya ini tak terbantahkan, ia berhasil membantu mencegah radikalisasi laten di antara populasi yang kurang beruntung atau terpinggirkan.

Di tingkat internasional, Maroko kembali ke Uni Afrika (AU) pada tahun 2017, setelah meninggalkan organisasi Afrika (OA) pada tahun 1984.

Diplomasi Maroko sangat aktif dan hadir di negara-negara Sahel dan Afrika Barat. Kerajaan juga telah naik ke peringkat investor terbesar kedua di benua itu setelah Afrika Selatan.

Kembalinya ke Uni Afrika ini menunjukkan keinginan Maroko untuk mempertahankan tujuan nasionalnya dan berkontribusi pada pengembangan benua Afrika.

Mengenai proyek-proyek utama pekerjaan dan pengembangan, tahun-tahun pemerintahan Mohammed VI melihat penyebaran jaringan infrastruktur yang penting, sepeti pelabuhan, jalan raya, jembatan, kereta api, zona industri.

Maroko sepenuhnya terlibat dalam mengimplementasikan keinginan kedaulatan untuk membangun infrastruktur yang mampu menjadikan Maroko sebagai pusat ekonomi regional.

Maroko Resmikan Pelabuhan Peti Kemas Terbesar di Mediterania

Raja Maroko resmi meluncurkan operasi pelabuhan baru Tangier Med II yang kala itu diwakilkan oleh Pangeran Mahkota Maroko Moulay El Hassan.

Pelabuhan ini mencakup dua terminal peti kemas baru dengan kapasitas tambahan 6 juta TEUs, ini akan semakin memperkuat posisi kompleks pelabuhan Tangier Med sebagai pusat rujukan di Afrika dan dunia untuk arus logistik dan perdagangan internasional, dengan total kapasitas lebih dari 9 juta kontainer.

Pengaruh Maroko di wilayah Euro-Mediterania dalam lingkungan Maghreb dan Arab semakin kuat. Ini akan meningkatkan sebutannya sebagai pusat perdagangan antara Eropa dan Afrika, Mediterania dan Atlantik.

Pada saat yang sama akan memperkuat peran sentralnya sebagai mitra aktif dalam perdagangan internasional dan negara yang terintegrasi dengan baik ke dalam ekonomi global.

Ini membuktikan orang nomor satu Maroko tersebut terus bekerja keras untuk mendorong Maroko dan rakyatnya untuk mencapai peringkat tertinggi di antara negara-negara di dunia.

Raja Mohammed VI Resmikan Kereta Api Tercepat Pertama di Afrika

Kereta api tercepat di Afrika kini ada di Maroko. Ini diresmikan pada November 2018, di stasiun Tangiers yang telah direnovasi oleh Raja Mohammed VI di perusahaan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dikenal sebagai garis Tangier-Casablanca yang memiliki panjang total 350 km, yang diatur untuk menghubungkan dua wilayah paling dinamis kerajaan dalam waktu sekitar 2 jam 10 menit, dan bukannya sampai 4 jam 45 menit.

Maroko Bergabung dengan Klub Terdepan Pabrikan Otomotif

Grup Prancis “Ecosystem Renault” pada tahun 2016 resmi diluncurkan Mohamed VI. Proyek utama di sektor otomotif ini untuk mengembangkan platform pasokan global otomotif.

Mohammed VI juga meresmikan pabrik PSA yang merupakan jantung ekosistem yang dibuat di zona ini karena pada akhirnya akan menghasilkan 200.000 kendaraan dan akan menciptakan 4.000 pekerjaan langsung dan 20.000 secara tidak langsung.

Ini akan menciptakan penelitian dan pengembangan dengan 600 orang insinyur dan 1.700 pengembang dalam penyedia PSA. Entri ke layanan ini memungkinan akan memposisikan diri Maroko teratas di dunia industri otomotif.

Raja juga telah meluncurkan perluasan kompleks industri generasi terakhir ini, yang kapasitas produksinya akan berlipat ganda, bahkan sebelum tahun 2023. Dengan kata lain, ketika bisnis global Maroko berkontribusi besar pada neraca perdagangan negara, industri mobil mengambil langkah baru.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Dunia

Salah satu proyek terbesar dekade ini di Maroko tidak diragukan lagi adalah pengembangan energi terbarukan.

Tujuan Kerajaan di bidang ini sangat ambisius: 42% dari campuran energi terbarukan pada tahun 2020, dan 52% pada tahun 2030. Komitmen kerajaan terlihat selama COP 22 yang diadakan di Marrakech, Maroko.

Pembangunan pembangkit listrik Noor Ouarzazate IV, kompleks panas matahari terbesar di dunia ini diluncurkan pada April 2017.

Didirikan lebih dari 3.000 hektar, empat pembangkit listrik tenaga surya Noor memenuhi standar internasional, baik secara teknologi maupun lingkungan, dan terkait dengan platform penelitian dan pengembangan seluas 150 hektar.

Maroko Capai Ruang Angkasa dengan Dua Satelit


Maroko juga berhasil meluncurkan dua satelit pengamatan di tanah yaitu, satelit mohammed VI A dan B.

Tujuan dari dua satelit ini adalah untuk mengamati kegiatan kartografi dan kadaster, perencanaan tata ruang, pemantauan kegiatan pertanian, pencegahan dan pengelolaan bencana alam, pemantauan tren lingkungan dan penggurunan, serta pengawasan perbatasan dan pesisir.

Infrastuktur Jalan yang Semakin Meluas

Raja Maroko Mohammed VI meresmikan salah satu jembatan kabel terpanjang di Afrika, Jembatan Mohammed VI, proyek ini adalah ikon Maroko.

Minat yang besar dari sang raja ini untuk mengembangkan infrastruktur jalan yang canggih, membuat Maroko memiliki atas jaringan jalan total lebih dari 57.000 km, yang mencakup 43.000 km (76%) dan 14.000 km dikembangkan atau kondisi lintasan (26%).

Cakupan jalan yang menjadi lebih padat selama 20 tahun terakhir, khususnya berkat Program Jalan Pedesaan Nasional, yang telah sangat membantu membuka daerah-daerah terpencil di Maroko.

Jalan raya ini tersebar lebih dari 1.800 km dan memainkan peran kunci dalam pembangunan negara, membuat 60% dari populasi terhubung langsung ke jaringan ini dan 85% tinggal kurang dari satu jam dari jalan raya.

Maka dari itu, semua kota dengan lebih dari 400.000 penduduk kini melekat pada jaringan jalan tol dan bagian baru secara teratur yang diembankan oleh National Motorway Company of Morocco (ADM). (PR)

popi rahim

Popi Rahim, Seorang Wartawati Senior, Tinggal di Bogor

Next Post

Sandiaga: Oposisi Konstruktif Sangatlah Bermartabat

Fri Jul 26 , 2019
JAKARTA.SRIBERNEWS.–Cawapres 02 Sandiaga Uno kembali menegaskan keberadaan oposisi sebagai mitra yag konstruktif di luar pemerintah sangatlah bermartabat. “Saya sampaikan bahwa posisi mengingatkan mitra yang konstruktif di luar pemerintah itu sangat bermartabat,” kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (26/7/2019). Menurut Sandi, apapun posisinya tapi membantu negara sebagai penyeimbang sangat bermartabat dan terhormat. […]