Pigeon Luncurkan Wajah Baru Produk

JAKARTA, Sribernews.com—Pigeon meluncurkan wajah baru produk Pigeon Baby Toiletries dan Talkshow Perawatan Esensial di Momen Emas Kehidupan sang Buah Hati di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Talkshow ini menghadirkan pembicara Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Pigeon Indonesia, dan Psikolog anak dan keluarga, Rose Mini Agoes Salim.

Menurut Anis, nutrisi yang seimbang dan stimulasi yang tepat dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, kondisi kesehatan kulit bayi juga memerlukan perawatan khusus, karena kulit bayi berbeda dengan orang dewasa.

Kulit bayi lebih tipis dan lebih sensitif dibandingkan kulit dewasa, sehingga pada momen emas tersebut, penting bagi ibu untuk menjaga kebersihan kulit dan memilih produk yang ramah dengan kulit bayi yang sensitif.

“Pigeon yang telah lebih dari 60 tahun menemani dan memahami kebutuhan ibu dan sang buah hati, senantiasa memiliki komitmen untuk melakukan inovasi dalam mempersembahkan produk yang berkualitas,” katanya.

Sebagai wujud dedikasi tersebut, Pigeon menghadirkan produk perawatan kulit bayi “Pigeon Baby Toiletries” yang ramah dengan kulit bayi, untuk menjaga kebersihan kulit.

“Produk ini dapat membantu ibu dalam melakukan perawatan kulit sang buah hati di momen emas kehidupannya,” ungkap Psikolog anak dan keluarga, Rose Mini Agoes Salim, yang akrab disapa dengan Bunda Romy ini.

Dia juga memaparkan sisi lain yang harus diperhatikan dalam momen emas tersebut.

“Untuk membahas pertumbuhan buah hati terutama di 1000 hari pertama kehidupan mereka, sebenarnya tidak terlepas dari kondisi psikologis sang ibu, baik saat mengandung sampai setelah melahirkan. Sangat wajar jika pada ibu timbul kecemasan. Nah, kecemasan ini yang harus diatasi dengan baik supaya tidak berpengaruh menjadi overstimulasi pada buah hati atau bahkan menjadi sebaliknya,” jelasnya.

Cara mengatasinya adalah ibu harus memperbanyak pengetahuan, memilah informasi yang mereka terima, dan melakukan stimulasi yang tepat yang tidak berdasarkan tren yang ada.

Stimulasi perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, fisik, dan sosial emosi anak. Stimulasi saat 270 hari pertama dapat dilakukan lewat suara maupun sentuhan/tekanan lembut.

Sedangkan stimulasi anak di usia 0-24 bulan, dapat dilakukan melalui aktivitas bermain maupun keseharian, misalnya saat menyusui (breastfeeding), dan sebagainya.

Romi memberi beberapa tips yang dapat diterapkan ibu untuk menstimulasi anak di usia 0 – 24 bulan diantaranya mengecek apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai usianya. Jika belum, konsultasikan lebih lanjut ke psikolog maupun dokter tumbuh kembang.

“Gunakan aktivitas keseharian maupun bermain untuk media stimulasi yang dapat mengembangkan keseluruhan potensi anak, katanya.

Selain itu, sesuaikan cara stimulasi dengan karateristik dan tugas perkembangan anak, mampingi dan responsif terhadap setiap tindakan atau pertanyaan anak, memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan tanpa banyak larangan dengan tetap menjaga keamanan.

“Kerjasama ayah dan ibu diperlukan dalam proses stimulasi agar anak sehat dan berkembang optimal,” pungkasnya. (HES*)

Redaksi Sribernews

Next Post

Natasha Dematra Dukung Tur Misi Perdamaian di Lima Kota

Fri Feb 1 , 2019
JAKARTA, Sribernews.com – Co-founder Visions of Peace Awards (VOP), Natasha Dematra mendukung kegiatan tur misi perdamaian di lima kota di Indonesia yakni Bandung, Madura, Malang, Surabaya, dan Bali. “Misi dan visi dari VOP adalah menggemakan perdamaian dan toleransi kepada generasi muda lewat cara kreatif. Melihat hasil karya anak-anak Indonesia yang […]