Siti Zuhro : NDP Diharapkan Mampu Satukan Dua Badan HMI

JAKARTA. Sribernews.com– Presidium Nasional KAHMI (Korps Alumni HMI) Prof Dr Siti Zuhro berharap
Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang merupakan andalan silabus perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mampu menyatukan dua badan HMI ( HMI Majelis Penyelamat Organisasi/MPO) dan HMI Dipo).

Siti Zuhro mengungkapkan hal itu ketika diundang Ifhtor (buka puasa) bersama Pengurus Besar (PB) HMI MPO dan Alumni MPO di hotel Sofyan Betawi, Cut Mutia, Menteng, Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam buka bersama ini, Koordinator Presidium Prof Dr Hamdan Zoelva tampil sebagai penceramah.

Hadir dalam acara antara lain Menimbang Kahariyadi (Sekjen KAHMI), Awalil Rizky, Suharsono, Tamsi Linrung (anggota DPR FPKS), Ustazd Abidin Euro, Nasihin Massa, Yogi Maharesi, Sigit Pamungkas, dan 3 mantan Ketua Umum PB HMI (Fuji Hartoyo, Muzakir Zabir, dan M Khozin).

Siti Zuhro yang merupakan peneliti LIPI Independen ini mengaku ketika masuk HMI tidak mengetahui jika HMI berbadan 2 HMI yakni MPO (Majlis Penyelamat Organisasi) yang kini dipimpin Juhat Aji dan HMI Dipo yang kini dipimpin Arya Kharisma dari hasil Majelis Pekerja Kongres.

Dua badan HMI ini muncul setelah pemerintah menetapkan Pancasila sebagai asas tunggal.
Sebagian pengurus dan anggota HMI yang tidak setuju azas HMI (Islam) diubah menjadi Pancasila membentuk HMI MPO.

Keberadaan NPD yang kini menjadi Nilai Identitas Kader (NIK) diharapkan mampu mempertemukan kedua belah pihak.
Dalam kesempatan tersebut Siti merasa tersanjung hadir di acara tersebut.

Pag sebelumnya, kata Siti, dia dan Kapolri membahas Pernyataan Petahana bahwa Gerakan Kedaulatan Rakyat adalah hak legitimated rakyat dan pernyataan kritis Amin Rais bukanlah makar.

“Jangan lah digoreng jadi plesetan jahat, karna Demokrasi harus cheque and Ballancing, tanpa borongan 01,” katanya.

Siti mengaku prihatin karea seusai Latihan Kader HMI, tak mampu menghasilkan kader berkarakter.
Meski demikian dia bersyukur pada kader HMI masih melekat unsur I (islam) karena HMI adalah kalifah masa depan .
Karena itu dia meminta soliditas dan kepercayaan harus dijaga, bukan menjadi subordinat.

Dia mengaku saat berkiprah sebetulnya tida nampak jika kader HMI dan Muhamadiyah.

“Namun resiko gaul ,masyarakat jadi tahu karena
Suami saya santri non PUG (Pengarus utamaan Gender) Streaming,” katanya.

Usai acara ifhtor, Barisnusantara yang dipimpin Awalil Rizky mengadakan rapat di Al Jazeerah, Gondangdia menolak RI dikuasai OBOR (One Belt One Road). ( Mahdi)

Redaksi Sribernews

Next Post

Pemerintah, Muhammadyah, NU: 1 Syawal jatuh pada 5 Juni 2019

Mon Jun 3 , 2019
JAKARTA.Sribernews.com–Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada 5 Juni 2019. Penetapan ini merupakan hasil sidang Istbat yang digelar Kemenag di kantor Kemenag, Jakarta, Senin (3/6/2019). “Sebagaimana ketentuan, sebagaimana kaidah yang berlaku. Ketika hal itu terjadi maka Bulan Ramadhan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari. Itu artinya […]