Hangat, Silaturahmi Dubes Kroasia – Masyarakat Lampung

JAKARTA– Silaturahmi Dubes Indonesia untuk Kroasia, Sjachroedin ZP, dengan warga masyarakat Lampung yang tergabung dalam organisasi DPD Lampung Sai DKI di Jakarta, Minggu (3/3/2019) penuh dengan tokoh- tokoh asal Lampung.

Tampak pengusaha kakap Aburizal Bakrie, Agum Gumelar, mantan Dirjen Otoda Kemendagri Tursandy Alwi dan Kausar AS, mantan Dubes Kroasia Saodah, Dubes Kroasia pertama Agus Sardjana, mantan Hakim Agung Chairani, dan mantan Danrem Lampung Amalsyah.

Silaturahmi berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Mereka larut dalam kegmbiraan. Sebagian tampil sendirian atau rame2 bernyanyi di atas panggung, dan sebagian menari mengikuti suara musik.

Suasana makin meriah saat Agum Gumelar tampil menyanyikan lagu, dimana para ibu – ibu, termasuk isteri Agum ( Linda) dan isteri Sjachroedin ZP ( Trully) juga ikut menari. Suasana meriah ini karena dari awal acara hanya dikhususkan untuk silaturahmi Para pihak yang hadir sepakat tidak membahas atau membicarakan soal politik.

Sjachroedin mengaku sangat senang melakukan silaturahmi karena memberikan banyak hal positif bagi kehidupan termasuk memanjangkan umur.

Pentingnya silaturahmi itu pula yang membuat Sjachroedin selalu pulang ke Indonesia, termasuk dalam.kaitan dirinya yang sampai hari ini masih.menjadi ketua DPP Lampung Sai.

Lampung Sai, katanya merupakan wash bagi siappun yang.mencintai Lampung, baik dia sebagai warga asli atau mereka yang pernah bertugas di Lampung.

Terkait keberadaan dirinya yang telah 20 tahun menjadi ketua Lampung Sai Sjachroedin menegaskan Lampung Sai lebih merupakan organisasi sosial, dan bukan organisasi politik. Silaturahmi dengan keluarga besar Lampung Sai penting dilakukan.

Dia mengingatkan dia tetaplah seorang Sjachroedin apapun jabatan yang dia miliki

Sebagai dubes jika ia meninggal dunia.di Kroasia mayatnya akan dibawa ke Indonesia dalam peti. ” Saya mungkin disambut gagah. Tapi apapun itu, saya tetaplah mayat. Karena itu silaturahmi sangatlah penting,” katanya.

Agum Gumelar dan Aburuzal Bakri menyambut gembira acara tersebut Demikian pula dengan Saodah. Saodah berusia 80 tahun dan masih sangat tampak tegas dalam berbicara ini mengingatkan sebutan Dubes tidak hilang meski yang bersangkutan tidak menjabat Dubes lagi.SMA

Next Post

Indonesia akan Tampil di London Book Fair 2019

Tue Mar 5 , 2019
JAKARTA–Penampilan Indonesia sebagai Market Focus Country di London Book Fair […]