Kasus Suap Impor Bawang Putih, KPK Tangkap Anggota DPR Fraksi PDIP Nyoman Dharmant

JAKARTA.SRIBERNEWS.COM–KPK menangkap anggota Komisi VI DPR dari Faksi PDP, Nyoman Dharmantra, Kamis (8/8/2019) terkait kasus suap impor bawang putih.

Dharmantra digiring ke Gedung KPK sekitar pukul 14.40 WIB. Saat ini ia masih menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Sebelumnya KPK telah menangkap 11 orang mulai dari orang kepercayaan Dhamantra hingga pengusaha.

Dalam OTT itu, KPK juga menyita uang dalam pecahan dolar AS dan bukti transfer Rp2 miliar yang diduga terkait suap impor bawang.

Dengan ditangkapnya Dhamantra, total yang ditangkap KPK dalam OTT berjumlah 12 orang.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan Dhamantra ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Ia sebelumnya berada di Bali untuk mengikuti Kongres V PDIP. Nyoman disebut meninggalkan kongres karena mertuanya sakit.

“Tadi sudah diamankan 1 orang lagi dan telah berada di KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut, dibawa tim dari bandara Cengkareng (Soekarno Hatta). Anggota DPR dari Komisi VI,” ujar Febri.

Penangkapan ini mengingatkan khalayak pada laporan ekonomi DR Rizal Ramli ke KPK pada Oktober 2018 atas dugaan korupsi dalam impor pangan, termasuk bawang putih.

Menurut Rizal, impor pangan ini sangat merugikan bangsa terutama petani, konsumen, dan ada dugaan tindak pidana korupsi.

“Oleh karena itulah kami akan melaporkan kepada KPK, memberikan bahan-bahan untuk KPK melakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Rizal saat menyerahkan laporan itu.

Menurutnya, nilai kerugian dari kasus ini berpuluh kali lipat ketimbang kasus korupsi impor daging sapi yang pernah menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

Nilai kerugian ini juga jauh lebih besar dari nilai kasus impor gula yang menjerat mantan Ketua DPD RI Irman Gusman. (DBS)

Redaksi Sribernews

Next Post

Optimasi Proyek Hulu Migas Peluang Penuhi Target Energi2025

Fri Aug 9 , 2019
JAKARTA.SRIBERNEWS.COM–Optimasi proyek hulu migas yang akan berproduksi dalam enam tahun mendatang menjadi peluang untuk memenuhi target energi primer 2025. Di sisi lain, meningkatnya impor minyak bumi tidak bisa dihindari mengingat pertumbuhan konsumsi energi masyarakat. Demikian terungkap dalam acara Media Briefing bertajuk “Memenuhi Target Energi Primer Hingga 2025”, yang digelar Indonesian […]