Layanan Wakaf Saham Diluncurkan di BEJ

Layanan Wakaf Saham Diluncurkan

JAKARTA.SRIBERNEWS.COM–Pertumbuhan investor saham syariah yang signifikan setiap tahun menjadi salah satu titik yang mendorong masuknya wakaf ke dalam bursa.

Hal ini akan makin membuat wakaf masuk dalam tiang ekonomi Indonesia di masa depan.

Kerjasama antara Global Wakaf dan BNI Sekuritas dalam layanan wakaf saham diwujudkan dalam suatu mekanisme yang memungkinkan para wakif bisa melakukan wakaf dari saham dan atau dari manfaat saham.

“Selain bekerjasama untuk memberikan layanan wakaf saham, BNI Sekuritas dan Global Wakaf juga bersama membangun Galeri Wakaf Saham,” kata Plt. Direktur Utama BNI Sekuritas Geger N Maulana saat peluncuran Layanan Wakaf Saham di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Ia melanjutkan BNI Sekuritas dalam hal ini sebagai perantara, Global Wakaf akan menjadi nazir yang mengelola wakaf, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menjadi regulator.
Sehingga, masyarakat akan merasa aman dalam bertahan saksi saham syariah dan menyalurkan wakafnya.

“Dengan adanya Galeri Wakaf Saham, maka semangat wakaf akan terus digemakan. Tidak hanya berhenti di acara ini saja,” ujarnya.

Geger menyebutkan BNI Sekuritas mengharapkan bisa mendapatkan 1.000 nasabah baru dalam tahun ini.

“Dengan fasilitas ini, harapannya masyarakat bisa terlibat dalam Filantropi yang kedepannya akan mensejahterakan seluruh Indonesia,” ujarnya.

Presiden Global Wakaf Syahru Aryansyah menyebutkan masyarakat dapat memilih dua mekanisme dalam wakaf saham ini.

“Yang pertama, yaitu secara direct, dimana sahamnya yang diwakafkan atau secara indirect, manfaat sahamnya lah yang diwakafkan,” kata Syahru.

Dicontohkan oleh Syahru, dalam mekanisme direct, jika seseorang membeli 50 lot saham syariah, maka 25 lot akan menjadi miliknya sementara 25 lot lagi akan diwakafkan.

“Untuk pemanfaatan dana, saat ini kami berfokus pada sektor pangan dulu. Saat ini, Global Wakaf sudah mengelola lumbung padi wakaf. Sudah ada di Blora dan Tasikmalaya,” ujarnya.

Untuk jangka pendek, Syahru menyebutkan akan mensosialisasikan terkait wakaf saham ini melalui cabang Global Wakaf yang ada di Indonesia dan luar negeri. Dan juga menjadikan lokasi lumbung pangan menjadi bagian sosialisasi wakaf saham ini juga.

“Ke depannya, kami merencanakan untuk membangun Kawasan Wakaf Terpadu, yang targetnya mampu menyerap satu juta tenaga kerja dan akan dibangun di setiap kabupaten/kota,” urainya.

Ruang lingkup kawasan ini akan dimulai dari hulu yaitu dari lumbung pangan dan pada hilir yaitu distribusi hasil pangan ini.

“Dengan sistem ini, harapannya perekonomian Indonesia akan menjadi lebih kuat dan rakyat pun menjadi sejahtera,” pungkasnya. (Nathasa)

Redaksi Sribernews

Next Post

Gojek Luncurkan Inisiatif GoGreener

Thu Aug 8 , 2019
JAKARTA–Gojek mengumumkan program Inisiatif GoGreener di Jakarta, Kamis (8/8/2019). “GoGreener merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memudahkan konsumen, mitra merchant, dan mitra driver menjalani gaya hidup ramah lingkungan,” kata Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo Inisiatif GoGreener yang pertama dijalankan oleh layananGoFood melalui pilihan untuk tidak menyertakan alat […]