Jumat Kivlan Dicekal, Gerindra Sesalkan, Sabtu Cekal Dicabut

JAKARTA. Sribernews.com–Situasi politik dalam negeri makin panas dan amat cepat berubah.
Sikap aparat kepolisian yang dinilai sangat responsif terhadap pihak-pihak yang terkait kubu 02 mendapat reaksi cepat dari Partai Gerindra, dan berbagai pihak.

Pencekalan Mayjend Pur Kivlan Zen ke luar negeri Jumat (10/5/2019) malam dan penetapan tersangka atas ustad Bachtiar Nasir disesalkan Partai Gerindra. Beritanya heboh dimana-mana, terutama di jagat medsos.

Namun, usia surat cekal tersebut hanya berlangsung sehari.
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencabut surat cekal (cegah tangkal) terhadap Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.

Status cekal itu kemudian dicabut Sabtu (11/5/2019) pagi tadi atas permintaan polisi.

“Boleh, sudah boleh ke luar negeri,” Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Sam Fernando .

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan langkah kepolisian yang mengeluarkan surat cekal untuk Kivlan Zein membuat suasana semakin panas.

“Kita sangat menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang hari ini memberikan status kepada Pak Kivlan dan Ustaz Bachtiar Nasir sebagai tersangka dan saya kira ini bukan menyelesaikan masalah, tapi bikin masalah makin panas, makin ruwet,” kata Muzani usai buka puasa bersama para sekjen Koalisi Indonesia Adil Makmur.di kawasan Kemang Selatan, Jakarta Jumat (10/5/2019).

Mereka adalah Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Sekjen PAN Eddy Soeparno, dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso .

Priyo Budi Santoso berharap masalah ini diselesaikan dengan baik, dan semua pihak bisa menahan dir memberi contoh bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan.
“Jadi saya kira semua lembaga negara juga mestinya menahan diri supaya apa yang kita harapkan, yakni persatuan dan kesatuan, bisa terikat dengan baik. Nah, upaya melakukan ini tersangka, ini tersangka, ini tersangka, menurut saya adalah upaya yang justru bertentangan dengan persatuan dan kesatuan. Katanya itu harus dijaga, tapi situasi itu terus dipelihara. Itu yang kita sesalkan bersama,” ujarnya.

Pencekalan dilakukan ketika Kivlan ingin pergi ke Brunei Darussalam melalui Batam.

“Ya, dicekal,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada media di Jakarta, Jumat (10/5/2019).
Polisi mengeluarkan surat cekal Kivlan dengan nomor B/3248 RES.1.1.2/V/2019/Bareskrim tertanggal 10 Mei 2019.

Kivlan dicegah selama enam bulan terkait dengan pengembangan kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar yang melibatkan dirinya.

Kasus yang menjerat Kivlan sebelumnya dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin ke Bareskrim Mabes Polri pada 7 Mei 2019.

Laporan terhadap Kivlan diterima polisi dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.

Dalam kasus tersebut, Kivlan disangkakan melanggar Pasal 14 dan/atau 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1945 tentang KUHP. Kivlan juga disangkakan Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 163Bis jo Pasal 107.

Rencananya Kivlan dipanggil polisi, Senin (13/5/20199).

Surat panggilan diserahkan polisi di Terminal 3 Bandara Hatta Gate 22, tepat sebelum Kivlan naik pesawat atas laporan dugaan makar. DBS/SB1

Redaksi Sribernews

Next Post

Ramadhan, Nippon Paint Kenalkan Warna Hijau Bolu Pandan

Sat May 11 , 2019
JAKARTA.Sribernews.com–Sukses dengan warna Hijau Telur Asin pada 2018, Nippon Paint memperkenalkan warna Ramadhan terbaru: Hijau Bolu Pandan dengan kode Spring Vigor NP BGG 1681D. “Warna Hijau Bolu Pandan merupakan warna yang paling diminati berdasarkan hasil survei Nippon Paint kepada 1.521 responden terhadap warna hijau,” aakata Mark Liew, Assistant General Manager […]