Saksi 02 Mendapat Ancaman Pembunuhan

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRIBERNEWS.COM–Saksi dari Tim Hukum Paslon 01, Agus Muhammad Maksum mengaku mendapat ancaman pembunuhan.

Agus menjelaskan hal itu saat menjawab pertanyaan Hakim Aswanto dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6).

Pria asal dari Sidoarjo, Jawa Timur, bertugas sebagai anggota tim pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang khusus meneliti dan memberi masukan ke KPU soal daftar pemilih tetap (DPT).

“Apakah Anda dalam memberi keterangan saudara tidak mendapat tekanan atau ancaman dari pihak mana pun?” tanya Hakim Aswanto.

Agus pun menjawab ada. Hakim meminta Agus memberi tahu bentuk ancamannya. Namun Agus menolak. Hakim terus mendesak dan Agus pun membeberkan bentuk ancaman yang dia terima.

“Ancaman pernah sampai pada saya dan keluarga saya tentang ancaman pembunuhan,” kata Agus.

Ketaika diatanya siapa pihak yang menganca, Agus juga menolak memberi tahu karena hal tersebut akan menimbulkan persoalan lebih keras pada saya.
Agus menjelaskan anacaman itu datang pada awal bulan April.
Menurut Hakim Aswanto, jika mendapat ancaman bulan April, berarti yang bersangkutan belum tahu akan menjadi saksi di sengketa hasil pilpres di MK.

Dengan demikian, ancaman itu tak terkait dengan kesaksiannya di MK.

Hakim Aswanto lantas bertanya mengapa Agus tidak melapor ke polisi soal ancaman tersebut. Agus mengatakan timnya secara internal bisa melakukan pengamanan.

Hakim kembali bertanya siapa saja tim Agus yang tahu soal ancaman itu. Agus yang awalnya menolak memberi tahu, akhirnya mengungkap satu orang yang mengetahui dirinya diancam.

“Satu saja saya sebut yaitu Pak Hashim Djojohadikusumo,” katanya.

Hakim kembali mendesak Agus agar membeberkan semua anggota timnya yang mengetahui dirinya diancam, namun Agus tetap menolak.

Diskusi ini coba ditengahi oleh Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto. Dia mengusulkan agar Agus menulis nama rekan-rekannya yang mengetahui dirinya diancam.

Namun Hakim Aswanto menolak. Dia menyebut permintaannya itu tak menimbulkan risiko kepada Agus selaku saksi (Hers).