Gerindra Sudah Menduga Bawaslu Tolak Laporan Kecurangan Pilpres

JAKARTA.Sribernews.com–Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku sudah menduga Bawaslu akan menolak laporan soal kecurangan Pemilu 2019.

“Sudah kita duga laporan apapun pasti akan dianggap kurang,” katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Menurut Muzani, apapun yang akan dilaporkan BPN soal kejahatan apapun tidak akan direspon oleh pihak manapun, termasuk Polisi dan MK. Meski pihaknya telah membawa banyak bukti.

“Udah diduga soal begitu-begitu. Pasti dianggap kurang bukti ini itu. Bawaslu, polisi, nanti di MK juga sama,”ucapnya kembali.

Dia yakin, di MK pun kelak akan terjadi hal serupa.

“Nanti di MK pun gitu. Yang membuat bukti itu kuat siapa? Yang membuat lemah siapa?” katanya.

Mengenai langkah selanjutnya, wakil ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi ini, mengungkapkan BPN belum bisa mengambil langkah apa pun.

“(Langkah lanjut?) belum tahu. Lihat aja nanti,” katanya.

Sebagaimana diketahui Bawaslu menolak laporan BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) karena dianggap tak didukung dengan cukup bukti.

Dalam putusannya, ada empat poin yang menjadi alasan penolakan, mengacu pada UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan Bawaslu nomor 8 tahun 2018 tentang penyelesaian pelanggaran administratif pemilihan umum.

Pertama, laporan BPN 02 dinilai belum menunjukkan adanya perbuatan terstruktur dan masif dilakukan oleh terlapor, yakni tim pasangan calon presiden dan wakil presiden 01. Menurut Bawaslu, laporan diserahkan hanya berupa print out beritaonline yang tidak didukung bukti yang kuat.

“Laporan tidak didukung bukti kuat, baik berupa dokumen, surat, maupun video yang menunjukkan adanya perbuatan terlapor yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis, masif (TSM) sehingga bukti yang dimasukkan oleh terlapor belum memenuhi kriteria seperti yang dilaporkan,” kata Anggota Bawaslu Ratna Dewi dalam sidang putusan di Kantor Bawaslu, Senin (20/5/2019). DBS/SB1

Redaksi Sribernews

Next Post

Lieus Sungkharisma Ditangkap, Seknas Sesalkan

Mon May 20 , 2019
JAKARTA.Sribernews.com–Aktivis pendukung Prabowo-Sandiaga, Lieus Sungkharisma, ditangkap polisi di kediamannya, Jakarta, Senin (20/5/2019). Lieus disangka melanggar Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau Hoaks, dan Pasal 107 jo Pasal 110 Jo Pasal 87 dan atau Pasal 163 jo Pasal […]