Saksi Sebut Nama Moeldoko dan Ganjar Pranowo

JAKARTA.SRIBERNEWS.COM–Saksi pasangan calon (paslon)02, Hairul Anas Suadi menyebut nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ganjar Pranowo dalam sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (20/6/2019) dini hari.

Moeldoko disebut mengatakan kecurangan merupakan bagian dari demokarasi, sementara Ganjar mengatakan apar tak perlu netral.

Menurut Anas, dia merupakan caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang secara organisasi mendukung pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Namun, usai pencoblosan pada 17 April 2019, dia memilih menjadi bagian dari relawan IT kubu Prabowo-Sandi.

Menurut Anas, pada 20-21 Januari 2019 dia mengikuti pelatihan yang digelar TKN Jokowi-Ma’rufdi hotel En-Royal, Kelapa Gading, Jakarta.

Dari kegiatan pelatihan itu, ada sejumlah materi yang diberikan kepada para tamu utusan.

Salah satu materi yang disampaikan dalam pelatihan itu sangat mengagetkan.

“Ada satu slide materi (tentang) kecurangan bagian dari demokrasi. Materi ini di-upload ke suatu drive dan ditayangkan pada saat Bapak Moeldoko kalau tidak salah. Ini adalah halaman bagi saya caleg, ini sangat mengagetkan,” katanya.

“Saya salah satu dari PBB, teman saya juga kaget kalau ini bagian dari demorkasi maka kami keberatan sebetulnya, dan sejak itu saya merasa tidak nyaman. Tapi karena ditugaskan partai, saya ikuti sampai selesai,” katanya melanjutkan.

Sementara itu terkait pernyataan Ganjar Pranowo, menurut Anas, dia pernah mendengar Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan, aparat tidak perlu netral dalam pemilu.

“Pak Ganjar bilang, aparatur buat apa netral. Sebaiknya ya bela 01, harus confident,” kata Anas.

Meski demikian, menurut keponakan Mahfud MD itu, Ganjar tidak menyebutkan aparat yang dimaksud.

Ganjar merupakan politisi PDI Perjuangan, partai politik pengusung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Menurut Anas, itu dikatakan Ganjar saat kegiatan training of trainer atau pelatihan yang diadakan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

Pelatihan itu diberikan kepada saksi dan calon pelatih saksi dalam pemungutan suara.

Anas ymenjadi salah satu peserta pelatihan tersebut.memberikan motivasi agar para peserta pelatihan dapat memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

PBB merupakan partai pendukung Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

“Kami diberi motivasi. Tapi selalu ditampilkan kami berpotensi kalah dan Jateng ini bisa jadi modal untuk nasional,” kata Anas.

Saat mendapat kesempatan, Anas meminta maaf kepada semua pihak terkait yang akan disampaikan dalam proses pemeriksaan ini.

Dia mengaku materi yang akan disampaikan dinilai bisa mengagetkan persidangan. Namun, pernyataan itu langsung disanggah hakim anggota MK, Sadli Isra yang meminta agar Hairul tidak menafsirkan apa yang belum disampaikan.

“Iya saya mohon maaf, karena sebetulnya saya menyampaikan ini bukan dengan ringan hati, (tetapi) berat hati sebetulnya. Tetapi (ini) perlu saya sampaikan demi pemilu bersih, jujur, dan adil,” katanya.(ann)

Redaksi Sribernews

Next Post

Manjakan Konsumen, Traveloka Xperience Resmi Diluncurkan

Sat Jun 22 , 2019
JAKARTA. SRiBERNEWS COM–Mengukuhkan diri lebih dari sekadar platform ticketing perjalanan, Traveloka resmi merilis fitur terbarunya bertajuk Traveloka”Xperience , yang memadukan layanan untuk kegiatan travel dan lifestyle dalam satu platform. “Traveloka Xperience menyediakan berbagai inventori terbaik untuk pilihan aktivitas liburan dan gaya hidup baik di dalam maupun luar negeri,” ujar CEO […]