Bakornas LKMI HMI : KPU Harus Perhatikan Aspek Kesehatan

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.Sribernews.com-Pengurus Badan Koordinasi Naaional (Bakornas ) Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam ( LKMI) PB HMI menilai KPU mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja para petugas hingga mengakibatkan korban keletihan (sakit) , bahkan meninggal dunia

“LKMI mendesak KPU dan Pemerintah bertanggung jawab dengan memberikan santunan kepada para korban seadil-adilnya,” kata Repil Ansen, Direktur Eksekutif Bakornas LKMI PB HMI di Jakarta, Selasa (22/4/2019′.
Renpil menyikapi banyaknya petugas KPU yang meninggal akibat kelelahan menjalankan tugas Pilpres dan Pileg 2019.

Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia kembali bertambah. Hingga Senin (22/4/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, menurut Ketua KPU Arief Budiman, sebanyak 90 petugas KPPS dilaporkan meninggal dunia meninggal dunia, dan 374 orang sakit.
Petugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia itu berasal dari 19 provinsi.

Baca Juga:  Curang Pemilu, GERAK Minta Keadilan

Menurut Renpil, proses demokrasi Indonesia harusnya sejalan dengan tujuan bangsa indonesia yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia.

Di tengah banyaknya petugas yang menjadi korban keletihan bahkan meninggal dunia, pesta demokrasi indonesia tahun ini tidak lebih dari hari berkabung nasional.

LKMI memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh petugas, pengawas, saksi dll yang ikut menjaga proses pemilu dengan semua pengorbanan yang tak terhingga.

LKMI mengusulkan agar pelaksanaan pemilu ke depan lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja untuk seluruh petugas dan berbagai pihak yang terlibat penyelenggaraan serta pengawasan pemilu melalui beberapa hal.

Baca Juga:  Kasus JICT Tak Tuntas di Era Jokowi

” Pertama, seleksi petugas mesti melalui proses yang ketat terutama aspek kesehatan,” katanya.

Selain itu, harus ada pengaturan kerja yang ideal dengan memperhatikan jam kerja maupun istirahat, serta
Jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan kepada semua petugas (asuransi).

LAPORAN : REL
EDITOR : H. ERYANI