Dilepas, Peserta Kompetisi IT Remaja Disabilitas Global IT Challenge di Busan, Korea Selatan

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA. SRIBERNEWS—Tim Indonesia peserta Kompetisi IT Remaja Disabilitas Global IT Challenge di Busan, Korea Selatan, dilepas di Jakarta, Jumat (22/11/2019). Pelepasan dihadiri Bernardus Rendita Kusumo selaku Senior Brand Manager Wall’s.

Melanjutkan kerja sama yang telah dibina, Wall’s kembali mendukung YPAC Nasional untuk mendorong semangat inklusivitas dalam memaknai dan berbagi kebahagiaan melalui ajang Global IT Challenge 2019.

“Wall’s berharap kontingen Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berprestasi dan menggapai cita-cita,” kata Bernardus.

Menurut dia, mlalui berbagai program, Wall’s senantiasa mengusung brand purpose atau tujuan mulia yaitu #SemuaJadiHappy, karena percaya bahwa kebahagiaan adalah hak semua orang, tanpa terkecuali.

Bulan Juli 2019 lalu, Wall’s menginisiasi kerja sama dengan YPAC Nasional untuk menghadirkan kebahagiaan inklusif bagi anak-anak Indonesia melalui rangkaian acara Wall’s Happy Day yang telah digelar di 5 (lima) kota besar di Indonesia. Acara tersebut ditujukan agar anak-anak penyandang disabilitas dapat membangun rasa percaya diri, sementara anak-anak non disabilitas dapat belajar untuk berempati terhadap sesama.

Baca Juga:  BMW Serahkan Bantuan Tahap 3 Bagi Terdampak Covid 19

Farida Ratna Djuita, S.H. M.Hum. – Ketua Yayasan Pembinaan Anak Cacat Nasional, menjelaskan GITC (Global Information Technology Challenge) merupakan suatu program peningkatan potensi remaja disabilitas melalui kompetisi teknologi informasi.

GITC diadakan setiap tahun, dan diikuti oleh remaja disabilitas terpilih dari 18 negara di Asia-Pasifik yang akan memperlihatkan pada dunia bagaimana para remaja ini dapat mengatasi keterbatasan, menaklukkan tantangan dari diri mereka sendiri, dan menunjukkan potensinya.

Ajang GITC ini bertujuan untuk memberikan kepada para peserta, akses serta pengalaman teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kemampuan peserta di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat mendorong partisipasi sosial mereka, menuju masa depan yang lebih baik.

Remaja Indonesia telah berhasil meraih penghargaan di ajang GITC sejak keikutsertaaan tim Indonesia di GITC 2014. Tahun 2015, GITC diadakan di Serpong, Indonesia, dengan dukungan Kementerian Informasi, Teknologi dan Komunikasi.

Baca Juga:  Kampanye Terakhir Paslon 02, Tangerang pun Pecah

Gelar Juara Umum dan penghargaan tertinggi sebagai Global IT Leader 2015 diraih oleh Pramuditaya Dyan Prabaswara, remaja disabilitas low vision asal Kebumen, Jawa Tengah.

Selain meraih medali perorangan dan kelompok di GITC 2014 dan 2017, di GITC 2018 di New Delhi – India, Indonesia kembali merebut Juara Umum, lewat Global IT Leader 018 – Fayza Putri Adila, remaja putri disabilitas pendengaran berusia 16 tahun. Fayza merupakan Global IT Leader perempuan pertama, sejak GITC diselenggarakan di tahun 2011.

Tahun 2019 ini, Indonesia hanya mengirim satu tim saja, terdiri atas:

Tion Iswara Wirmo disabilitas penglihatan), Lazzari Charos Lumbantoruan (disabilitas fisik), Umran Zhafran Ibrahim ( disabilitas developmrntal), Syifa Arya Maharani ( disabilitas pendengaran). Hers