Mustofa Nahrawardaya, Koordinator Relawan IT Pendukung BPN Ditangkap Polisi

JAKARTA. Sribernews.com–Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Siber menangkap ahli IT , pendukung Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mustofa Nahrawardaya, di kediamannya Sabtu (25/5/2019) dini hari.

Penangkapan Mustofa terkait hoaks kerusuhan 22 Mei 2019.

Mustofa Nahra diduga melanggar pidana ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.

Mustofa Nahra disebut melanggar pasal 45 A ayat 2 Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang 19 Tahun 2016 dan pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Mustofa Nahra dilaporkan seseorang atas tuduhan menyebarkan berita hoaks. Mustofa Nahra menuliskan dalam akun Twitternya @AkunTofa soal kematian bocah bernama Harun karena dipukuli polisi di Kampung Bali, Jakarta Pusat. Namun polisi membantah itu.

Sebab ada pengakuan dari lelaki 30 tahun bernama Andri Bibir. jika dialah sosok yang dipukuli polisi itu.

Video pihak kepolisian yang tengah melakukan pemukulan kepada seorang pria bernama Harun viral di media sosial pada 22 Mei 2019. Namun, belakangan seoarang pria bernama Andri Bibir menyebut kalau pria yang berada di video itu bukanlah Harun melainkan dirinya.

Sebelumnya, video itu sempat tersebar dengan narasi kalau yang dipukuli polisi tersebut ialah Harun, pemuda 15 tahun hingga meninggal dunia.

Andri Bibir menegaskan, kalau video itu justru memperlihatkan saat dirinya ditangkap oleh kepolisian di kawasan Kampung Bali, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019) pagi hari.

“Saya bilang pak itu video saya, pas penangkapan saya waktu ditangkap petugas,” kata Andri di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Andri kemudian menceritakan kronologis kejadian tersebut. Andri mengatakan kalau saat itu dirinya tengah beristirahat dan ketiduran usai melakukan aksi kerusuhan di depan Gedung Bawaslu pada 22 Mei malam.

Saat ditangkap, Andri sempat berusaha untuk kabur ke arah belakang, namun ternyata di sana ia bertemu dengan banyak petugas dari satuan Brimob dan akhirnya tertangkap.

“Kebetulan lagi sedang istirahat sempat tertidur dan pagi ketangkap dan sempat saya mau melarikan diri kebelakang ternyata sudah banyak Brimob, akhirnya saya ketangkap di parkiran,” ujarnya.

epala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan jika terbukti melanggar anggota Brimob tersebut bisa ditindak dengan berbagai pertimbangan pelanggaran.

“Melalui mekanisme sidang disiplin, dari mekanisme itu, nanti baru bisa diputuskan pelanggaran dan peran apa yang dilakukan, kalau misalnya terbukti maka akan ditindak sesuai prosedur yang ada di propam,” katanya. (DBS)

Redaksi Sribernews

Next Post

Kuasa Hukum : Mustofa Nahrawardaya Sakit

Sun May 26 , 2019
JAKARTA. Sribernews.com– Kuasa Hukum Tersangka penyebaran hoaks Mustofa Nahrawardaya, Djudju Purwantoro, mengatakan kliennya masih dalam masa pemulihan dari sakit yang diidapnya sejak 20 Mei. Djudju tidak mengungkap penyakit yang tengah diidap kliennya itu. “Pemeriksaan dimulai Ashar, pukul 15.30 WIB. Sehingga saat ini masih berlangsung, karena break puasa dan kondisi kesehatan […]