Sandiaga Sesalkan Penangkapan Mustofa Nahrawardaya

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.Sribernews.com–Cawapres 02 Sandiaga Uno menyesalkan penangkapan anggota BPN Mustofa Nahrawardaya yang diduga menyebarkan hoaks terkait aksi 22 Mei lalu.

Sandiaga menilai penangkapan Mustofa sarat nuansa politis.

“Tentunya masalah hukum kami serahkan kepada tim hukum, tapi sekali lagi, punggawa-punggawa BPN yang bermasalah hukum. Kami ingin hukum ini tegak seadil-adilnya. Karena buat saya, mereka ini aktivis ingin menyuarakan satu perubahan,” kata Sandi usai menghadiri acara Hijrah Fest di JCC, Jakpus, Minggu (26/5/2019).

Sandi meminta penegakan hukum tidak melulu menyerang oposisi. Sebab, masyarakat akan memberikan penilaian buruk jika ada penegakan hukum yang masih tebang pilih.

“Masyarakat yang akan melihat, saya sudah mengalami itu. Dengan sendirinya masyarakat bisa melihat,” ucapnya.

Baca Juga:  ILUNI UI dan FKUI Ajak Perang Semesta Terhadap Covid-19

Menurut Sandi, dia akan segera berkoordinasi dengan BPN. Dia khawatir, akan makin banyak tokoh-tokoh dari pihaknya yang dijerat kasus dan dikriminalisasi.

“Kita ini ingin me-review, karena ini menjadi khawatir memberangus demokrasi kita, “tegas Sandi.

Sandiaga berharap hukum tak tebang pilih. Dia berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya, tak hanya pada punggawa-punggawa BPN.

“Punggawa-punggawa BPN yang bermasalah hukum kami ingin hukum ini tegak seadil-adilnya karena, buat saya apalagi di bulan suci Ramadhan ini sebentar lagi masuk lebaran,” katanya.

“Kami ingin hukum itu ditegakkan seadil-adilnya dan tidak hanya menyerang kepada oposisi, tapi juga bisa tanpa pandang bulu,” imbuh Sandiaga.

Baca Juga:  Jumlah Meninggal Corona Capai 25 Orang

Bareskrim Polri sebelumnya menangkap Mustofa di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (26/5) dini hari. Ia diduga melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946.

Mustofa sebelumnya juga dilaporkan karena mengunggah tewasnya Harun Rasyid (15) dalam kerusuhan 21-22 Mei lalu di akun twitternya.
Dalam cuitannya itu, ia menyebut Harun tewas karena dipukuli oleh oknum polisi di Kampung Bali, Jakarta Pusat.

Pihak kepolisian kemudian mengklarifikasi kejadian tersebut dengan menyatakan sosok pria yang dipukuli itu bukan Harun, melainkan pelaku kerusuhan bernama Andri Bibir.
Meski Mustofa meralat cuitannya, namun polisi tetap menangkapnya. (DBS)