Unilever –IHT- PERSI Gelar Diskusi Kesehatan

JAKARTA.Sribernews.com– PT Unilever Indonesia melalui Indonesia Hygiene Forum ( IHF) bekerja sama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menggelar diskusi interaktif kesehatan di Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Diskusi ini merupakan wadah komunikasi dan kolaborasi bagi seluruh pihak yang terkait di bidang kesehatan dan higienitas.

Diskusi bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya higienitas melalui pendekatan edukasi dan ilmu pengetahuan.

PERSI dan IHF menyoroti langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menangani permasalahan yang masih dihadapi industri rumah sakit di Indonesia, yaitu penyebaran infeksi yang disebabkan bakteri.

Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, menuturkan Unilever sudah lama menjalin kerjasama dengan PERSI dalam mencermati berbagai isu kesehatan yang ada di tengah masyarakat.

Hal ini salah satu komitmen Unilever Sustainable Living Plan untuk meningkatkan kesehatan 1 miliar masyarakat di dunia pada 2020.
Salah satu isu yang menurut kami perlu mendapatkan perhatian bersama adalah penyebaran infeksi yang saat ini masih marak terjadi di rumah sakit di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Sebagai institusi pelayanan kesehatan, rumah sakit memang sangat rentan dengan penularan bakteri-bakteri penyakit, dan lingkungan rumah sakit yang tidak bersih dapat menambah risiko penyebaran infeksi.

Sebab itu, Unilever bersama IHT dan PERSI menggelar diskusi hari ini untuk mengangkat pentingnya menjaga kebersihan seluruh permukaan baik itu fasilitas, ruangan maupun lingkungan rumah sakit sebagai perlindungan terhadap pasien, tenaga kesehatan, serta pengunjung dari bahaya infeksi.

Direktur Kesehatan Lingkungan, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Imran Agus Nurali yang diwakili Cucu Cakrawati Kosim, Kasub Direktorat Penyehatan Udara, Tanah, dan Kawasan, Dirjen Kelenjarlt Jenderal Kesehatan Kemenkes mengapresiasi tujuan dari diskusi ini karena di Indonesia angka kejadian infeksi di rumah sakit masih terbilang cukup tinggi.

Anis Karuniawati PhD, Spesialis Mikrobiologi Klinis mengatakan lingkungan rumah sakit yang tidak higienis berpotensi menjadi sumber infeksi. Awalnya, bakteri pada tubuh pasien menempel pada permukaan sekitar pasien. Bakteri ini lalu hidup dan bertahan pada permukaan, lalu mengkontaminasi benda dan orang atau pasien lain.
Bakteri lalu berpindah dari satu orang ke orang lainnya, sehingga bakteri dari pasien rawat sebelumnya akhirnya menjangkiti pasien rawat berikutnya.
Sebab itu, higienitas menjadi sangat penting karena semakin rendah jumlah bakteri dalam lingkungan, makin rendah pula risiko terjadinya infeksi,” terang Anis.

Dengan makin melonjaknya jumlah pasien dan pengunjung rumah sakit, risiko penyebaran infeksi ini pun semakin menjadi tantangan besar bagi para pengelola rumah sakit.

Sebab itu, beliau menekankan bahwa upaya mengantisipasi penyebaran infeksi sebagai bagian penting dari peningkatan standar pelayanan rumah sakit harus terus dilaksanakan dan dimonitor, sesuai dengan Standard Operational Procedure yang berlaku.

Ketua PERSI, Kuntjoro Adi Purjanto, menyatakan rumah sakit wajib melaksanakan program pencegahan dan pengendalian infeksi yang terintegrasi, terprogram, dan terpantau.

LAPORAN : HER
EDITOR : H.ERYANI

Redaksi Sribernews

Next Post

Royal Cardiac Center Diresmikan

Sat Mar 30 , 2019
JAKARTA.Sribernews.com–Tingginya tingkat kematian yang disebabkan gangguan pada pembuluh darah, jantung, dan otak, mendorong RS Royal Progress Jakarta mendirikan satu klinik unggulan lagi untuk membantu penanganan gangguan pada 3 organ disebut sebelumnya, yaitu Royal Cardiac Center. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan sebesar 1,5 persen atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit […]