Soekarno Akomodasi Syariah Islam dalam Pancasila

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRIBERNEWS.COM–Koordinator Majelis Nasional Keluarga Alumni HMI (KAHMI), Prof Dr H Hamdan Zoelva mengatakan Presiden pertama RI Soekarno mengakomodasi syariah Islam dalam Pancasila.

Hal itu dikatakan Hamdan Zoelva pada Diskusi Peradaban Tanpa Dialog yang digelar Forum Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesya (FA GMNI) Pimpinan H Ahmad Basarah akhir pekan lalu.

Diskusi yang digelar dalam rangka memperingati haul ke 49 tahun Presiden Soekarno ini diawali tahlil oleh Ustaz Syauqi MS (Bamuis).

Diskusi dengan tema Konsolidasi Kekuatan Islam, Nasionalis dan TNI dalam mengawal negara Pancasila ”
dihadiri Reza Haryadi (Hankam), Budiman (KSAD) , dan Andreas Hugo P (PDIP) dengan moderator Bob Randilawe,

Suatu saat, kata Hamdan, dalam sebuah orasi, ang memukau, Soekarno mengatakan milikilah api Islam yang rahmatan lil alamin, bukan abu-abu.

Baca Juga:  Teruskan Proyek Ibukota, Presiden Dianggap Kehilangan Sensitifitas Nurani

Untuk perdana kalinya, Soekarno memperkenalkan kata Pancasila pada Sidang BPUPKI 1945 yang bila diperas Pancasila menjadi Trisila, Gotong royong.

“Awalnya Soekarno menerima Sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa dengan menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya,” kata Hamdan.

Kalimat ini yang awalnya diterima dalam Piagam Jakarta, kemudian steelah melalui kompromi, sila I Pancasila berubah menjad Ketuhanan yang Maha Esa.

Namun demikian isi, Piagam Jakarta ini tetap menjiwai dan integral dengan Mukadimah UUD 1945 yang mengakomodasi Syariah Islam.

Hamdan yang juga mantan Pimpinan Mahkamah Konstitusi mengatakan jatuh bangunnya kabinet Orde Lama karena budaya liberal yang tak sesuai dengan Pancasila. Di era Orde Baru terjadi kerusakan ekonomi, dan hingga kini RI menjadi bangsa pengekor budaya.

Pahlawan Nasional Haji Oemar Said (HOS) Tjokro Aminoto demi kerakyatan melepaskan ningrat feodalnya dan mendiriksn Syarikat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1905 yang merupakan pelopor kebangkitan nasional bangsa Indonesia dengan pengaruh nasional.

Baca Juga:  Beredar Video Wiranto Bersitegang dengan Kivlan Zein

Hal ini tak seperti pada Sekolah Kedokteran Budi Oetomo yang sebatas Jawa Bali dan merupakan underbouw dari penjajah Belanda yang hanya mengakomodasi murid feodal pribumi di Stovia.

Menurut Hamdan, hakikat racun imperialis dan kapitalis harus dilawan dengan sosialis berketuhanan seperti Islam, dan Pancasila .

Untuk pertama kali di Indonesia diadakan Kongres dan Nasional. .

Pada kongres nasional Tjokro menuntut kepada penjajah Belanda agar pribumi bisa Zelf Bestuur / berpemerintahan sendiri, atau dengan Volkrad “DPR ‘ sehingga tercipta Islam, kultur, nasionalis yang dipimpin Sukarno.

Tjokro Aminoto memiliki murid aneka ideologi seperti M Natsir. Semaun, Karto Suwiryo, dan A Hasan.

Ketika Soekarno dibuang Belanda ke Ende, dia belajar tentang Islam dan minta dikirimi berkas kepada A Hasan dari Bandung. (Mahdi)