Royal Cardiac Center Diresmikan

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.Sribernews.com–Tingginya tingkat kematian yang disebabkan gangguan pada pembuluh darah, jantung, dan otak, mendorong RS Royal Progress Jakarta mendirikan satu klinik unggulan lagi untuk membantu penanganan gangguan pada 3 organ disebut sebelumnya, yaitu Royal Cardiac Center.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan sebesar 1,5 persen atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner. Sementara data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan 17,7 juta orang meninggal karena penyakit kadiovaskular, dan 21,1 persen penyebab kematian disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner dan 12,9 persen disebabkan oleh stroke.

Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress . Ivan R Setiadarma, menyampaikan Royal Cardiac Center ini merupakan suatu layanan Angiography atau cath-lab yang melayani pasien umum dengan teknologi terkini dan dibantu oleh tenaga profesional yang kompeten.

Baca Juga:  Beredar Video Wiranto Bersitegang dengan Kivlan Zein

“Royal Cardiac Center ini akan mulai beroperasi di bulan April ini. Merupakan klinik unggulan terbaru milik kami, setelah sebelumnya Royal Progress meluncurkan klinik Sport Medicine, klinik wanita dan klinik mata,” kata Ivan saat Seminar Medis menjaga kesehatan jantung otak dan pembuluh darah di Paradise Convention Hall Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Selain peluncuran klinik unggulan Royal Cardiac Center, Royal Progress juga menyelenggarakan Seminar Medis untuk membangkitkan awareness terkait penyakit yang dapat timbul dari 3 organ ini.

“Kami mengadakan seminar medis ini, adalah untuk mengingatkan pada masyarakat pentingnya mengetahui tentang penyakit yang mampu timbul melalui tiga organ, otak, jantung dan pembuluh darah. Terutama deteksi dini. Sehingga bisa mengurangi tingkat kematian dan biaya perawatan,” ujar Ivan.

Ivan menegaskan deteksi dini sangat penting, karena terkadang penyakit yang bersumber dari tiga organ yang disebut sebelumnya, tidak selamanya menunjukkan gejala.

Baca Juga:  Ombudsman RI Buka Posko Pengaduan Daring Covid-19

“Kan sering terjadi, ada kematian tiba-tiba. Padahal sebelumnya tidak ada gejala. Begitu disebutkan, penyebab kematian serangan jantung. Inilah yang mau kita himbau pada masyarakat untuk melakukan deteksi dini,” urai Ivan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Utara Dharmawan Ardi Purnama, menyatakan dukungannya pada kegiatan mensosialisasikan ancaman pada kesehatan masyarakat akibat gangguan dari tiga organ ini.

“Masyarakat harus berubah pola pikirnya. Dengan menyadari tiga organ ini perlu dirawat sejak dini, maka harusnya masyarakat bisa memilih kegiatan yang lebih sehat. Misalnya, jangan malas untuk berbuah raga dan beraktifitas fisik. Tidak usah berat-berat atau yang perlu bayar mahal. Naik tangga atau jalan cepat menuju halte bus juga cukup,” katanya.

LAPORAN : NATASHA SERA
EDITOR : H. ERYANI