Rupiah Babak Belur, Warganet Penuh Spekulasi

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.SRIBERNEWS–Pergerakan nilai tukar rupiah sejak pagi hingga petang ini, Kamis (19/3/2020) menimbulkan di kehebohan di publik.

Pergerakannya yang terus melemah diposting di berbagai media sosial dan mendapat perhatian netizen.

Sejumlah warganet mencuitkan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp 16.000.

Pernyataan tersebut umumnya menyertakan hasil tangkapan layar nilai tukar rupiah yang disampaikan oleh mesin pencari Google.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot terpantau melemah.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 08.04 WIB rupiah berada pada level Rp 15.315 per dollar AS atau melemah 92 poin sebesar 0,61 persen dibanding penutupan Jumat Rp 15.223 per dollar AS.

Baca Juga:  Unilever Luncurkan Sahaja

Posisi ini melemah 0,61 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 15.223.

Adapun di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp 15.712 per dollar AS.

Posisi ini melemah dibandingkan hari penutupan sebelumnya yang berada di posisi 15.223 per dollar AS.

Adapun kurs di bank-bank besar di Indonesia, seperti di Bank Central Asia ( BCA), kurs jual dipatok pada Rp 15.965 per dollar AS. Kurs jual berarti pihak bank menjual dollar AS pada posisi ini.

Sementara untuk kurs beli BCA adalah Rp 15.765 per dollar AS. Pelemahan ini menjadi perhatian netizen.

Berbagai spekulasi pun muncul, dan bahkan ada yang mengaitkannya dengan politik, termasuk saat krisis 1998.

Baca Juga:  JANZ, Penyedia Produk Pendukung Teknologi POS Diluncurkan

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, hari ini sejumlah bank sentral negara yang terdampak corona berkomitmen meluncurkan program stimulus tambahan seperti Bank Sentral Jepang dan Eropa.

Bank sentral Eropa akan meluncurkan program pembelian aset/obligasi sebesar 750 miliar euro. Sementara BOJ berniat memperbesar stimulus yang sekarang sedang berjalan,” kata Ariston sebagaimana dilansir Kompas.com hari ini.

Ariston juga menyebut tidak semua aset berisiko bergerak positif pagi ini. Hanya indeks Nikkei yang terlihat positif. Indeks saham Asia lain seperti Hongkong, China dan Korea masih negatif pagi ini.

“Oleh karena itu, tekanan untuk rupiah kemungkinan masih bisa berlanjut hari ini,” ungkapnya. DBS