1 views

Pilpres, Fungsi Babinsa Jadi Impoten

Berbagi Berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA.Sribernews.com–
Fungsi Babinsa (Badan Pembina Desa) dalam mengurus keamanan saat Pemilu 2019 menjadi impoten karena tergantikan oleh Polri sebagai penanggung jawab mengamankan kardus suara hasil Pilpres untuk memenangkan Petahana Jokowi.

Dampaknya, segala kecurangan kubu 01 relatif dibiarkan Polri dan ini berpotensi memancing yang perseteruan sosial.

Kecurangan masif tampak nyata, termasuk
pada perhitungan cepat / Quick Count di semua televisi yang pada awalnya memenangkan 02, namun tiba tiba angka berubah / tertukar sehingga pasangan Jokowi Makruf Amin dengan angka 54 persen dan PADI 45 persen.

Demikian terungkap dalam konperensi pers di Rumah Pemenangan paslon 02 BPN di jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Hadir dalam konperensi pers Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) kubu BPN, Ferry Mursidan Baldan, Hashim Djojohadikusumo, dan Sudirman Said dengan moderator Ferdinand H.

Dalam acara ini terungkap berbagai kesalahan/ kecurangan KPU yang sangat signifikan sehingga mendapatkan protes keras dari masyarakat termasuk kasus pencoblosan suara di Malaysia.
Dalam kasus ini salah satu surat suara yang sudah dicoblos milik Davin Kirana, anak Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana.

Di tengah berbagai kecurangan, TV justru gencar menyiarkan kemenangan 01 termasuk ucapan selamat internasional kepada Jokowi.

Menurut Ferry, seharusnya aparat penegak hukum bersikap proaktif dan tidak perlu menunggu adanya protes masyaakat seperti yang dilakukan Eggi Sudjana Pimpinan Kamakh (Koalisi Masyarakat Anti Korupsi dan Hoax).
Bahkan Relawan 02 dan Barisan Emak Emak militan berinsiatif mengggelar panggung di depan Markas BPN untuk memprotes dan memburu kecurangan KPU seperti menghilangkan.surat suara C 1 dari TPS. Petugas KPPS malah menjdi biro jasa mencobloskan surat suara 01.

LAPORAN : MAHDI
EDITOR : H. ERYANI