Vaksin COVID-19 Dijual Secara Bebas Di Darknet Seharga $250 Hingga $1.200

  • Bagikan
coronavirus vaccines darknet featured
Cloud Hosting Indonesia

SRIBERNEWS–Seluruh dunia saat ini sedang menjalani salah satu aktivasi vaksinasi terbesar dan paling kompleks dalam sejarah, sehingga tidak mengherankan ketika para scammers dan penjual di pasar gelap sangat ingin mendapatkan keuntungan dari momentum tersebut.

Peneliti Kaspersky, perusahaan global cybersecurity, yang berdiri sejak tahun 1997. memeriksa 15 pasar berbeda di Darknet dan menemukan iklan untuk tiga vaksin Covid utama, yaitu: Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Terdapat juga penjual yang mengiklankan vaksin “COVID19” yang tidak terverifikasi.

DomaiNesia

Mayoritas penjual berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat, dan harga per dosis berkisar antara US$250 hingga US$1.200, dengan biaya rata-rata sekitar US$500. Komunikasi dilakukan melalui aplikasi perpesanan terenkripsi seperti Wickr dan Telegram, sementara pembayaran diminta dalam bentuk mata uang kripto, terutama bitcoin.

Baca Juga:  Kapendam Jaya: ada 7 Jurnalis Ikut Penertiban Baliho

Mayoritas penjual underground ini sudah melakukan sekitar 100-500 transaksi, yang menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan penjualan sedangkan kejelasan barang tersebut masih belum diketahui efektivitasnya.

Dengan informasi yang tersedia untuk para ahli Kaspersky, tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak dari dosis vaksin yang diiklankan secara online adalah dosis yang tepat (sejumlah fasilitas medis bahkan mendapati dirinya dengan dosis yang tersisa) dan berapa banyak iklan yang merupakan penipuan.

Bahkan jika Anda menerima sesuatu melalui pos, kemungkinan besar informasi yang diterima bukan merupakan dosis yang efektif dan valid. Lebih penting lagi, mendapatkan dosis seperti itu adalah ilegal.

“Anda dapat menemukan apa saja di Darknet, jadi tidak mengherankan jika penjual di sana mencoba memanfaatkan proses vaksinasi yang sedang dilaksanakan hampir di seluruh penjuru dunia. Selama setahun terakhir, ada banyak penipuan yang mengeksploitasi topik COVID, dan banyak di antaranya berhasil. Saat ini, tidak hanya orang-orang yang menjual dosis vaksin, tetapi mereka juga menjual “catatan vaksinasi” — sebuah potongan kertas yang dapat membantu Anda bepergian dengan bebas. Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati terhadap setiap “kesepakatan” yang terkait dengan pandemi, dan, tentu saja, membeli vaksin dari forum Darknet bukan ide yang baik,” komentar Dmitry Galov, pakar keamanan di Kaspersky.

Baca Juga:  19 PW Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIND) Dilantik

Untuk tetap aman dari scammer pada saat COVID, para ahli Kaspersky merekomendasikan, pertama, angan pernah membeli produk, termasuk vaksin, di Darknet.

Kedua, jika melihat iklan tentang sesuatu yang berhubungan dengan Covid, perhatikan baik-baik URL situs yang Anda kunjungi. Jika hanya satu huruf yang terlihat tidak pada tempatnya, atau jika .com yang biasa telah diganti dengan .com.tk atau sesuatu yang serupa dengan itu, firasat Anda akan memberi tahu bahwa itu adalah phishing. Jangan pernah memasukkan informasi pribadi di situs semacam itu.

Ketiga, perhatikan tata bahasa dan tata letak di situs yang Anda kunjungi dan email yang Anda terima. Jika terlihat mencurigakan, jangan pernah untuk melanjutkan akses lebih jauh.REL/S1

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan