Rendah, Literasi Diabetes di Indonesia

  • Bagikan
IMG 20191118 WA0095
Cloud Hosting Indonesia

Rendah, Literasi Diabetes di Indonesia
JAKARTA.SRIBERNEWS–Diabetes saat ini tengah menjadi ancaman kesehatan global, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Sayangnya, literasi terkait diabetes di tengah masyarakat Indonesia masih tergolong rendah.

Faktanya, 68% masyarakat Indonesia menganggap diabetes sebagai penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan saja. Jika dibiarkan, diabetes dapat menjadi epidemi yang terus merebak dan mempengaruhi kulitas hidup masyarakat dan generasi bangsa.

DomaiNesia

Masih rendahnya literasi diabetes di tengah masyarakat Indonesia juga dipertegas oleh dr. Dante S. Harbuwono Sp.PD-KEMD, PhD, Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.

”Hasil Survey FKUI RSCM divisi metabolik endokrin menemukan 1 dari 8 orang di Jakarta terkena diabetes, dan 2 dari 3 orang yang terkena diabetes tidak mengetahui kalau dirinya terkena diabetes,”_ katanya.
Angka ini belum termasuk jumlah penderita pra diabetes, yang diperkirakan jumlahnya 6x lebih banyak dari penderita diabetes”.
Peningkatan pemahaman dan upaya pencegahan terhadap pra diabetes dan diabetes menjadi sebuah keharusan. Jika seseorang sudah terkena diabetes, terdapat tiga gejala klasik yang dikenal dengan istilah 3P yaitu; poliuri atau sering buang air kecil, polifagi atau sering merasa lapar, dan polidpsi atau sering merasa haus.

Baca Juga:  Huawei MateBook D14 Intel Edition Siap Masuk Pasar Indonesia

“Penurunan berat badan tanpa disertai dengan sebab yang jelas, juga menjadi ciri yang perlu diperhatikan. Sayangnya, masyarakat masih kerap abai terhadap gejala ini. Faktanya, hanya 30% penderita diabetes di Indonesia yang memahami tentang diabetes dan cara penanganannya,” ujar Denta.

Elin Waty, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia menyatakan penyakit diabetes tengah menjadi ancaman kesehatan global, yang jika tidak segera ditangani secara serius, akan mengakibatkan pada rendahnya kualitas generasi bangsa, serta kerugian ekonomi yang signifikan. Khususnya pada momen Hari Diabetes Dunia yang tahun ini jatuh pada Kamis (14/11/2019).
Secara global, Sun Life menunjukkan komitmennya dalam upaya bersama melawan diabetes. Menjadi bagian dari kampanye ‘Live Healthier Lives’, melalui #TeamUpAgainstDiabetes virtual run dalam membantu meningkatkan pemahaman dan kepedulian terkait diabetes.

Baca Juga:  Senin Dini Hari Semua Titik Banjir Jakarta 100 Persen Surut, Bekasi Tangerang Masih Banjir

“Upaya efektif untuk mencegah dan mengendalikan diabetes harus dilakukan, dimulai dari menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan cara: menjaga pola makan sehat dan berimbang serta aktif bergerak; menghindari diri dari rokok dan alkohol; serta membangun komunitas pendukung yang solid,” tambah dr Dante.
“Kami berharap berbagai inisiatif dan aktivitas yang kami lakukan dapat membantu meningkatkan literasi diabetes, sekaligus memicu masyarakat untuk mulai menerapkan hidup yang lebih sehat sejak dini,” katanya.

Pencegahan menjadi langkah krusial yang perlu diambil, guna menekan laju angka penderita diabetes di tanah air, demi menyelamatkan masa depan kualitas generasi dan ekonomi bangsa. Hers
#

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan