Air atau Mati dalam Ngobrol Kopi Pagi

  • Bagikan
IMG 20191126 WA0001
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS- Jasa Tirta II bersilaturahmi dan menyapa rekan media pada acara Ngopi BUMN (Ngobrol Pagi Bersama BUMN) dengan tema “Air atau Mati, Transformasi Jasa Tirta II” di Synergy Lounge Kementerian BUMN, Senin (25/11/2019).

Hadir Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer yang menjelaskan mengenai pencapaian Jasa Tirta II dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah kerjanya melalui kegiatan operasi dan pemeliharaan, konservasi dan kampanye kebersihan lingkungan melalui event.

DomaiNesia

Pengabdian 52 Tahun Jasa Tirta II tercatat dalam berbagai bentuk, antara lain pengelolaan air dimana 90 persen air Waduk Ir. H. Djuanda digunakan untuk mengairi kawasan pertanian di Jawa Barat seluas lebih dari 240.000 hektar yang merupakan salah satu lumbung padi nasional. Dengan hasil panen rata-rata 5,5 ton perhektar dalam dua musim tanam dengan asumsi rata-rata produksi padi 3,1 juta ton pertahun.

Baca Juga:  Rendah, Literasi Diabetes di Indonesia

Bila dimonetisasi, sumbangsih Jasa Tirta II untuk ketahanan pangan mencapai triliunan rupiah pertahun. Jasa Tirta II juga melaksanakan tugas strategis untuk memenuhi kebutuhan 80% air baku DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan air baku untuk kawasan Bekasi, Karawang, Subang, dan Purwakarta tercukupi 100%.

Menelisik manfaatnya yang besar untuk negeri ini, Saefudin Noer melihat Jasa Tirta II perlu meningkatkan kinerja perusahaan dengan mencanangkan transformasi di berbagai aspek. Transformasi dilakukannya dengan melihat sumber daya perusahaan serta potensi pengelolaan waduk, bendungan dan waduk, bendung dan saluran, sungai dan wilayah sungai. Dasar transformasi tentunya tidak lepas dari triple bottom line dan bagaimana korporasi yang ideal berjalan dengan konsep people, planet & profit.

Baca Juga:  Sosiolog Aried Munandar: HRS Memang Kharismatik

Fokus transformasi Jasa Tirta II mencakup people and corporate culture, proses bisnis, teknologi informasi dan komunikasi, area bisnis baru, dan optimalisasi aset serta dukungan regulasi sehingga sebagai BUMN Jasa Tirta II dapat berkontribusi lebih banyak bagi ketahanan pangan dan energi nasional.

Menurutnya, potensi pengusahaan yang manageable, profesional, dan komersial, akan banyak menghasilkan tambahan pendapatan bagi perusahaan. Dengan transformasi ini, Jasa Tirta II ingin menjaga konservasi lingkungan, memitigasi kekeringan, manajemen banjir, mengurangi potensi konflik SDA, serta energi baru dan terbarukan sehingga lebih baik karena tidak hanya mementingkan air untuk PLTA yang bersifat komersial yang selama ini dikelola pihak lain, tapi jauh lebih penting lagi untuk menyuplai air bagi kebutuhan pengairan dan pangan.

Baca Juga:  Empat Lini Samsung Galaxy Terbaru Resmi di Indonesia

“Itu harapan kami. Kami memulainya dari situ. Orang menyebutnya cita-cita. Saya bilang masa depan. Transformasi kami dimulai dari masa depan. Hal ini penting momentumnya untuk memastikan bahwa benefit perusahaan ini terus dirasakan masyarakat selain profitnya” tegas Saefudin Noer.

Sepanjang Tahun 2019, Jasa Tirta II telah melaksanakan program konservasi dan optimalisasi pengelolaan air dengan pembersihan sumber air mulai dari Situ Cisanti, pembersihan waduk, bendung dan saluran sepanjang Sungai Citarum, dan antisipasi kekeringan melalui proses pengaturan air untuk pertanian, industri, dan air minum.
(ALNR)

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan