Megawati, Hasto, Yasonna Laoly yang Usulkan Harun Masiku Jadi Anggota DPR

  • Bagikan
ketua kpu arief budiman di kantor kpu ri 768
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS–Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Bidang Bappilu DPP PDIP Bambang Wuryanto, dan Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan DPP PDI-P Yasonna Laoly tenyata menjadi pihak yang menandatangani surat permohonan penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024 atas nama Harun Masiku.
Keberadaan mereka sebagai pihak yang merestui Harun Masiku mengganti Riezky Aprilia di kursi anggota DPR RI ini disibak oleh Ketua KPU RI Arief Budiman dalam konferensi pers kronologi pengajuan PAW dari PDI-P kepada KPU.

“Surat yang pertama permohonan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia itu tertanggal 5 Agustus, ditandatangani oleh ketua Bambang DH dan Sekjen Hasto Kristiyanto,” kata Arief, di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

DomaiNesia

Atas surat permohonan tersebut, KPU menggelar rapat pleno.

Baca Juga:  Hancurkan HRS-FPI Tahapan Buka Hubungan dengan Israel

Dalam kesempatan itu mereka sepakat berpegang teguh pada UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Bunyinya, sengketa Pemilu hanya bisa diselesaikan lewat jalur Mahkamah Konstitusi (MK).

KPU pun sepakat menolak permintaan PDIP.

Tapi sebulan berselang, tepatnya tanggal 13 September 2019 PDIP kembali mengirim surat tembusan ke KPU perihal fatwa MA nomor 57.P/HUM/29 dengan maksud serupa.

Mengganti Riezky Aprilia dengan Harun Masiku sebagai caleg terpilih DPR RI dapil Sumatera Selatan I.

Surat kedua ini ditandatangani oKetua DPP PDI-P Yasonna Laoly dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Surat tembusan tertanggal 13 September itu, katanya, ditujukan kepada ketua mahkamah agung republik Indonesia perihalnya permohonan fatwa terhada putusan MA RI nomor 57.P/HUM/29 tanggal 19 Juli 2019, surat ini ditandatangani oleh ketua Yassona Laoly dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Korupsi Tanah Cengkareng Era Ahok Bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Pada 18 Desember 2019, lagi-lagi KPU menerima surat PAW dari PDIP dengan tujuan sama.

Surat tersebut tertanggal 6 Desember 2019. Surat itu diteken Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

“Kemudian yang terakhir itu ditandatangani oleh Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto,” terang dia.
Sebagaimana diberitakan kader PDIP Harun Masiku menyuap Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan untuk meloloskannya ke kursi parlemen senayan.

Harun yang cuma berada di posisi keenam dengan 5.878 suara pada Pileg 2019 dapil Sumsel I berkeinginan mengganti posisi peringkat kedua PDI-P Riezky Aprilia (44.402 suara).

Nazarudin Kiemas (145.752 suara) yang berstatus peringkat pertama caleg terpilih pada dapil tersebut, meninggal dunia pada 26 Maret 2019. Sehingga Nazarudin tidak lagi memenuhi syarat sebagai caleg. Suara Nazarudin kemudian dilimpahkan ke suara partai.

Baca Juga:  Prabowo Minta Pendukung Kembali ke Rumah

Riezky Aprilia (44.402 suara) yang menduduki peringkat kedua perolehan suara terbanyak lantas otomatis naik jadi caleg terpilih.

Urutan berikutnya, Darmadi Jufri 26.103 suara, Doddy Julianto Siahaan 19.776 suara, dan Diah Okta Sari 13.310.
Harun yang berada di urutan ke enam kemudian meminta Wahyu Setiawan menggantikan posisi Riezky Aprilia dengan Wahyu Setiawan sebesar Rp900 juta.

Ia berharap Wahyu bisa meloloskannya ke Senayan dan menggugurkan Riezky.

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan