Anggota Memiles Bantah Tertipu, Polda Jatim Sebut Investasi Bodong

  • Bagikan
IMG 20200114 WA0059
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS– Sejumlah anggota Memiles membantah mereka tertipu dan dan menolak tudingan Memiles sebagai investasi bodong.

Ketua Komunitas Anggota
Memiles, Kumala Intan,menyatakan tidak pernah dirugikan dengan adanya aplikasi Memiles.

DomaiNesia

Para anggota justru diuntungkan karena mendapat hadiah dari pemasangan iklan.
“Kita itu membeli slot iklan. Jadi misalnya kita ingin top up berapa, 100 ribu misalnya, nanti kita
akan bisa memasang iklan dengan slot iklan yang telah dibeli tadi. Jadi begitulah sistem
Memiles,” ujarnya kepada para awak media di Jakarta…..

Intan juga menjelaskan Komunitas Anggota Memiles adalah wadah silatuhrahmi seluruh
member dalam memperjuangkan keadilan dan hak-haknya.

Semenjak Memiles ditutup
pada tanggal 18 Desember 2019, semua member merasa resah dan terkatung-katung serta
digantung statusnya, tanpa ada kepastian dan kejelasan.

“Semenjak 18 desember, ada tidak yang bisa tidur nyenyak? Tidak!,” katanya.
Menurut dia, Memiles besar karena program promosinya yang hebat dan sistem yang dilakukan Memiles tepat sasarannya.

Buktinya, terbukti dari memberhanya dalam waktu 8 bulan jumlah anggotanya mencapai 270 ribu orang, dan semuanya sangat militan.

“Member yang biasanya tiap hari Top Up saat ini sudah tidak bisa lagi, sekarang kita pusing,” ucap Intan.

Kuasa Hukuk Memiles, Elza Syarif mengatakan Memiles bukanlah produk investasi melainakan jasa
pemasangan iklan. Memiles akan menyiapkan slot-slot bagi customer untuk pemasangan iklan.

“Jadi uang yang masuk ke Memiles dari para member itu murni hanya untuk pemasangan iklan, tidak pernah diinvestasikan ke tempat lain,” katanya.

Baca Juga:  Lebih Dekat Dengan Pelanggan, Yanmar Resmikan Service Centre Di Kudus

Jadi kalau ada pihak yang mengatakan Memiles tidak
punya izin investasi hal tersebut akrena memang ini bukan perusahaan investasi.

Pembeian rewad kepada customer adalah bentuk apresiasi
kepada para customer yang loyal atau rajin memasang iklan atau top up. Bentuk reward tersebut berbeda-beda tergantung keuntungan perusahaan.

“Jadi kalau sekarang
Memiles digembar-gemborkan jadi perusahaan investasi ya investasi yang seperti apa? Kita
jelas bukan perusahaan MLM atau piramida,” terang Elza.

Elza menambahkan yang menjadi korban atas peset milik Memiles adalah para customer sendiri. Pihak Memiles telah menyiapkan
reward yang akan segera diberikan kepada para anggotanya namun kemudian menjadi batal.

Ketika ditanya mengenai adanya para customer Memiles yang merasa ditipu oleh pihak
Memiles, Elza menjelaskan hal tersebut karena adanya penyitaan asset dari pihak
kepolisian. Sehingga para customer tersebut belum merasakan keuntungan dari reward yang akan diberikan oleh pihak Memiles.

“Jadi mereka yang merasa dirugikan itu melaporkannya pada saat aset dari Memiles sudah
disita oleh pihak kepolisian,” katanya.

Terkait izin usaha Memiles yang telah dicabut OJK sejak Agustus 2019, Elza Syarief menegaskan Memiles tidak pernah mengurus izin ke pihak OJK sebagai
perusahaan investasi.

Oleh karena itu Elza memastikan tidak adanya pencabutan izin dari OJK,
karena sejak awal memang Memiles tidak pernah mengajukan ijin usaha.
“Jadi ini simpang siur datanya. Kita gak pernah mengajukan ijin sebagai perusahaan investasi ke
OJK, karena Memiles murni merupakan jasa pemasangan iklan,” tegas Elza.

Baca Juga:  Prof Mudzakir Pertanyakan Kesalahan Habib Rizieq Shihab hingga Sebabkan Darurat Kesehatan

Elza juga menegaskan bahwa kasus Memiles ini mencuat lantaran pada awalnya pihak Memiles mengadakan sebuah acara yang mengundang sebanyak 200 orang, namun ternyata saat hari H, para peserta membludak, sehingga ada sedikit masalah di bidang perijinan dari kepolisian.

“Pihak Polda Jawa Timur sendiri sudah mengkonfirmasi akan kepastian hal tersebut lewat
humasnya. Saya kebetulan punya videonya,” pungkas Elza.

Investasi Bodong

Sebagaimana diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur baru-baru ini mengungkap adanya investasi bodong melalui aplikasi bernama Memiles . Investasi bodong berhasil meraup keuntungan hingga Rp750 miliar dari para anggota.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Polda Jatim, Tongam Lumban Tobing, menuturkan Memiles merupakan investasi bodong berkedok aplikasi penyedia jasa iklan. Masyarakat ditawarkan untuk top up dana investasi dengan iming-iming keuntungan selangit.

“Jadi modusnya bergabung menjadi anggota kemudian top up sejumlah dana. Misalnya top up Rp300 ribu nanti bisa mendapatkan ponsel,” ungkap Tongam sebagaimana dilansir kana CNNIndonesia.com, Sabtu (11/1/2020) lalu.

Menuut Tonganm, masyarakat ditawarkan untuk top up dana investasi dari Rp50 ribu hingga Rp200 juta. Dari situ, mereka dijanjikan bonus, seperti ponsel, motor, hingga mobil.

Bonus yang diberikan kepada anggota akan lebih besar dari dana yang disetorkan. Misalnya, kata Tongam, jika anggota melakukan top up Rp300 ribu maka bisa diberikan ponsel. Kemudian, top up Rp7 juta bisa mendapatkan mobil Mitsubishi Pajero.

Baca Juga:  Kondisi Habib Rizieq Shihab Masih Lemah

“Bahkan ada yang top up Rp120 juta untuk dapat 10 Pajero. Padahal bagaimana bisa. Pemilik perusahaan saja tidak punya 10 Pajero,” kata dia.

Belum lagi, jika anggota berhasil merekrut anggota baru. Bonus yang diberikan bakal bertambah.

Nantinya, anggota akan menyetorkan setoran dana top up anggota baru ke pemimpin di tiap daerah atau tiap wilayah. Kemudian, pemimpin di tiap wilayah akan memberikan dana itu ke perusahaan.

“Tapi kan bisa saja pemimpin ini tidak menyetorkan semuanya. Di sini juga yang sulit, jadi belum kebuka semua,” ujar Tongam.

Dalam hal ini, kata , Tongam, bonus yang dijanjikan oleh perusahaan berasal dari iklan yang banyak dibuka oleh pengunjung di internet. Padahal, tidak ada penghasilan yang didapatkan perusahaan dari hal tersebut.

Jadi anggota diminta klik-klik iklan, lalu dikatakan kalau ada keuntungan karena banyak dibuka orang iklannya. Padahal kan kalau klik iklan belum tentu poduk dibeli,” katanya.

Oleh karena itu, ia menganggap ini tidak wajar. Satgas Waspada Investasi kini terus bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini lebih dalam.

“Kami bantu kalau butuh dokumen dan anggota Satgas Waspada Investasi untuk pendalaman,” pungkas.

Sampai saat ini Polda Jatim sudah memeriksa bebeapa anggota termasuk dariaa kalangan atis seperti Eka Deli. ALNR/ DBS

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan