Dirut Asabri Bantah Kabar Asabri Rugi

  • Bagikan
konpers Asabri antara foto 640x480 1
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS–Direktur Utama (Dirut) PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja menegaskan, kabar mengenai kerugian Rp10 triliun di lembaga yang ia pimpin tidak benar. Ia mengancam akan memperkarakan pihak-pihak yang menebar kabar tersebut.
Sonny Widjaja menegaskan akan menempuh jalur hukum menuntut pihak-pihak yang mengakibatkan kegaduhan.

“Kepada pihak-pihak yang berbicara tentang Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi. Hentikan pendapat, pembicaraan yang tendensius, negatif, dan mengakibatkan kegaduhan. Saya akan menempuh jalur hukum jika masih dilakukan,” ujar Sonny, di Kantor Asabri, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

DomaiNesia

Sonny meminta para peserta tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan berita-berita Asabri yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ditegaskannya, peserta Asabri yaitu prajurit TNI, Polri, dan seluruh aparatur sipili negara di Kementerian Pertahanan agar tak resah. Uang nasabah hingga kini aman.

Baca Juga:  Survei IDM: Pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Menang Telak

“Kepada seluruh peserta Asabri, prajurit TNI, Polri, seluruh ASN Kemenhan (Kementerian Pertahanan), dan Polri, saya tegaskan uang yang dikelola saat ini aman, tidak hilang, tidak dikorupsi,” ujarnya tanpa memerinci lebih dalam. Ia juga tak memberi kesempatan media untuk bertanya. Mantan Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI itu segera berlalu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD sebelumnya mengisyaratkan praktik korupsi di Asabri. Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) juga angkat suara bahwa praktik investasi di Asabri persis dengan yang dilakukan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Menilik laporan keuangan perseroan tahun 2016-2017, Asabri tercatat membukukan laba bersih Rp943,81 miliar dengan rasio solvabilitas (RBC) sebesar 62,35 persen atau jauh di bawah ketentuan yang diperkenankan sebesar 120 persen. RBC ini menggambarkan kemampuan perseroan membayar klaim dan utang jangka panjang.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab: Putusan Pengadilan Menyesatkan

Kemudian, perseroan melakukan restatement merevisi laba 2016 menjadi Rp116,46 miliar. Revisi ini dilakukan akibat penyesuaian (konsolidasi) nilai reksa dana terproteksi, di mana perseroan mempunyai pengendalian secara langsung terhadap reksa dana tersebut. DBS

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan