PB IDI: Jangan Panik dengan Pneumonia Virus Corona Wuhan

  • Bagikan
P 20200124 102604 scaled
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS–Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( PB IDI) meminta masyarakat jangan panik terhadap merebaknya pneumonia virus Wuhan di beberapa negara.

“Boleh waspada tapi jangan panik,’ kata Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

DomaiNesia

Turut memberikan penjelasan Prof Dr Zubairi Djoerban, Prof Dr Herlina, spesialis anak Darmawan, dan internis Erni Nelwan.

Menurut Daeng, saat ini memang sedang terjadi kasus pneumonia berat yang bermula dari adanya laporan 27 kasus di kota Wuhan, Tiongkok.
Penyebabnya, coronavirus jenis baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus.

Kasus – kasus ini kemudian meningkat cepat. Hingga 23 Januari 2020 dilaporkan telah mencapai 830 lebih kasus di seluruh dunia, dan 25 orang meninggal dunia.

Baca Juga:  Fadli Zon: Copot Baliho Habib Rizieq Shihab, TNI Ingin Hidupkan Dwifungsi ABRI?

Kasus serupa juga terjadi di Thailand, Hong Kong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korsel, dan Amerika Serikat.

Menyikapi hal tersebut PB IDI meminta masyarakat tidak panik.
Apalagi, kata Zubairi dan Herlina, tingkat fatality atau mortalitynya rendah.

Berita- berita tentang virus ini juga dinilai berlebihan. Namun,
masyarakat diminta tetap waspada.
“Terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernapas segera mencari pertolongan ke RS / fasilitas kesehatan terdekat ,” kata Daeng.

Menurut para dokter spesialis ini, sampai saat izin belum ditemukan antivirus penyakit ini.

Untuk perlu dilakukan pencegahan. Masyarakat diimbau melakukan dan meningkatkan gaya hidup sehat, yakni menjaga kebersihan tangan rutin terutama sebelum memegang
mu|ut, hidung, dan mata, serta setelah memegang instalasi publik.

Baca Juga:  SCRC Semprot Disinfektan di Zona Merah Jabodetabek dan Daerah Lain

Caranya dengan mencuci tangan dengan tahun dan bita: dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80%.

“Hindari mengusap mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan,” jelasnya.

Selain itu, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk. Gunakan masker dan segera berobat ke tasititas pelayanan kesehatan ketika meiliki gejala saluran napas.

Masyarakat juga harus istirahat bila sedang sakit, menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali perhari dan makan makanan bergizi.

PB IDI juga menyarankan untuk menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran napas.

Baca Juga:  Hari Diabetes se Dunia, Diabetasol Gelar ampanye Bersama Diabetasol, Sayangi Dia

“Sering mencuci tangan, khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya. Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar,” kata Herlina.

Para dokter ini dan IDI meminta masyarkat untuk mematuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.

Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.

“Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain, dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan perjalanan penyakit,” jelas Daeng. Hers

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan