Penanganan Komprehensif, Anak Sumbing Dapat Nomal

  • Bagikan
Foto 1
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS–Anak-anak yang terlahir dengan kondisi celah tidak sempurna akan mengalami kesulitan dalam berbicara, bahkan jika telah melalui rangkaian operasi sekalipun.
Mereka hanya bisa sembuh dan nomal jika mendapat dukungan dan penanganan komphensif dari berbagai pihak.

Demikian terungkap dalam kegiatan edukasi media untuk meningkatkan kesadaran mengenai celah bibir dan/atau langit, serta menjelaskan dampak terapi wicara dan perawatan celah komprehensif terhadap kualitas hidup pasien di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

DomaiNesia

Kegiatan digelar SmileTrain, sebuah organisasi nirlaba terbesar di dunia, yang memberikan operasi perbaikan celah bibir dan langit.

Hadir pada acara tersebut Rita Rahmawati, terapis wicara, Andi S Budihardja, dokter spesialis bedah mulut, Deasy Larasati, Program Director & Country Manager Smile Train Indonesia, dan Bunga Jelitha, duta Smile Train Indonesia.

Baca Juga:  Di Tengah Pandemi, Tetap Gaya dengan Stylish APD

Terungkap dalam acara, Smile Train memberdayakan para tenaga ahli medis dalam negeri dengan pelatihan, pendanaan, dan sumber daya untuk memberikan operasi celah gratis dan perawatan celah yang komprehensif untuk anak-anak di seluruh dunia.

Smile Train juga menyediakan akses ke berbagai layanan perawatan celah seperti program nutrisi, ortodontik, terapi wicara dan dukungan sosial-emosional.

Andi Budiharja menjealskan celah bibir dan langit merupakan kondisi dimana terdapat celah diantara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan lelangit pada masa perkembangan janin.

Untuk mengkoreksi celah tersebut, operasi adalah tindakan medis paling utama. Namun begitu, perawatan dan terapi paska operasi juga perlu dilakukan agar mampu mencapai tampilan dengan bekas luka minimal dan mengembalikan fungsi anggota tubuh.

Baca Juga:  Komnas HAM Bentuk Tim Kasus Penembakan 6 Anggota FPI oleh Polisi

” Salah satunya adalah memperbaiki fungsi bicara dengan rangkaian terapi,” ujar Andi S. Budihardja

Terapi wicara sangat disarankan diberikan kepada pasien untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun kepercayaan diri.

Terapi dapat dilakukan setidaknya 2 minggu setelah operasi apabila pasien dinyatakan sehat dan mampu mengikuti rangkaian terapi, serta mendapat persetujuan dari dokter terkait.

“Latihan yang diberikan pada setiap pasien akan berbeda, bergantung pada kebutuhan pasien,”kata Rita.

Namun, pada umumnya terapi wicara dilakukan agar pasien dapat mengembangkan keterampilan artikulasi, mempelajari keterampilan bahasa ekspresif, meningkatkan pengucapan huruf kdan konsonan, serta meningkatkan perbendaharaan kata. Lamanya terapi juga akan disesuaikan dengan kemampuan pasien tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Deasy Larasati, Program Director dan Country Manager Smile Train Indonesia menyampaikan, “Smile Train Indonesia yang beroperasi sejak tahun 2002 telah membantu lebih dari 80.000 masyarakat Indonesia mendapatkan perawatan celah komprehensif yang aman, berkualitas dan konsisten.

Baca Juga:  Sinergi Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri - Pandawakarta Bagikan Makanan Bergizi

Smile Train memastikan para dokter bedah, ahli anestesi, perawat, ortodontis, terapis wicara, nutrisionis, dan tenaga ahli lainnya yang telah menjadi mitra Smile Train memiliki akses untuk terus mendapatkan pendidikan dan pelatihan dengan tujuan memastikan pasien-pasien Smile Train selalu mendapat perawatan terbaik dan berkualitas. Hers

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan