MN KAHMI Kutuk Keras Perusakan Musala di Sulawesi Utara

  • Bagikan
0 IMG 20191219 WA0106 1
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA–Majelis Nasional Korps Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutuk keras perilaku radikal dan intoleransi yang dilakukan
dengan kekerasan dan perusakan terhadap tempat ibadah (musala) Al-Hidayah di Perumahan Agape, Kauditan, Minahasa Utara, Rabu (29/1/2020).

Koordinator Presidium MN KAHMI, Herman Khaeron didampingi Sekjen, Manimbang Kaharyadi, mengatakan pihaknya mencermati peristiwa tindakan perusakan tempat ibadah umat Islam (musala) Al- Hidayah yang dilakukan sekelompok orang secara membabibuta di Perumahan Agape Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara tersebut.

DomaiNesia

” Kami menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas perilaku anarkis yang sangat intolerasi kehidupan beragama dalam
peristiwa tersebut,” kata Herman di Jakarta, Sabtu (1/2/2020).

Dalam kaitan ini, MN KAHMI berpandangan stigma radikalisme dan intoleransi yang selama ini disematkan kepada umat Islam ternyata dipraktekkan secara kasat mata oleh kelompok agama tertentu kepada umat Islam tanpa penyikapan aparatur keamanan yang adil, tegas, proporsional.

Baca Juga:  KontraS Duga Polri Sudah ada Niat Untuk Tembak Mati Anggota FPI

Bahkan, terkesan pembiaran terjadi perusakan tempat ibadah tersebut secara brutal dan kriminal.

Selain mengutuk keras, MN KAHMI juga mengingatkan pihak kepolisian dan aparat penegak hukum agar segera mengungkap dan menangkap pelaku pengrusakan dan menganggu ketenangan ibadah umat Islam itu, dan segera diproses secara tuntas demi
tegaknya hukum dan keadilan.

“Kepada seluruh aparat KAHMI semua jenjang kepemimpinan (Majelis Wilayah dan Majelis Daerah), serta keluarga besar Alumni HMI di seluruh Indonesia untuk menyikapi peristiwa radikalisme dan intoleransi di Minahasa Utara secara bijak sesuai dengan petunjuk ajaran Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam, serta mendorong dan mendukung proses hukum atas peristiwa tersebut,’ tambah Manimbang.

Baca Juga:  PT MSMB Komitmen Bantu Petani

MN KAHMI mendesak pemerintah segera membubarkan organisasi yang menjadi aktor dari peristiwa perusakan tersebut, yang secara nyata berperilaku radikal, dan intoleran
dalam kedupan beragama.

“Perilaku yang dipertontonkan secara kriminal dan primitif tersebut, sangat menodai nilai Pancasila, dan sangat berpotensi merusak suasana
kerukunan dan memecah belah persatuan bangsa,” tegas Herman. Hers

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan