Siklus Menstruasi Terganggu? Ini Cara Mengatasinya

  • Bagikan
IMG 20200214 WA0133
Cloud Hosting Indonesia

JAKARTA.SRIBERNEWS– Setiap perempuan harus tahu menstruasi yang normal seperti apa sehingga ketika menstruasi tidak normal. Namun, dengan pertambahan usia, gaya hidup yang kurang sehat, stres, dan berbagai masalah lainnya dapat memicu perubahan hormon pada perempuan.

Hal inilah yang kemudian dapat mempengaruhi siklus menstruasi, atau yang disebut dengan gangguan menstruasi.

DomaiNesia

Dokter Kanadi Sumapradja Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi RS Pondok Indah menjelaskan, normalnya perempuan mengalami menstruasi selama 4,5 hingga 8 hari dengan siklus 20-35 hari.

Selain itu, volume darah yang dikeluarkan sekitar 5-80 mililiter atau normalnya berganti pembalut sekitar 3-5 kali per hari.

Menstruasi yang tidak normal bisa dilihat dari kriteria lamanya menstruasi, siklusnya, volume darah yang dikeluarkan serta keluhan penyerta saat menstruasi.

Gangguan menstruasi dapat dialami tiap perempuan bahkan mereka yang sudah mengalami menopause.

Menurut dokter Kanadi, 50 persen perempuan akan mengalami gangguan menstruasi setidaknya satu kali dalam masa reproduktifnya. Gangguan menstruasi dapat disebabkan oleh tiga hal yakni gangguan fisik, nyeri haid (dismenore) dan gangguan siklus.

Baca Juga:  Cegah Meluasnya Corona, Anies Turunkan Ibu-Ibu PKK

Gangguan fisik bisa disebabkan oleh tumbuhnya jaringan abnormal berupa polip, mioma, adenomisis, atau tumor. Gejala yang timbul bisa meliputi dismenore atau nyeri haid berlebihan, periode menstruasi yang semakin panjang atau volume darah yang semakin banyak.

Nyeri haid atau dismenore sendiri terbagi menjadi dua, yakni primer dan sekunder. Untuk dismenore primer, nyeri akan muncul menjelang dan selama menstruasi, kemudian hilang setelah menstruasi berakhir.

Sedangkan dismenore sekunder bisa terjadi akibat endometriosis atau tumbuhnya jaringan abnormal pada luar rahim. Hal ini ditandai dengan rasa nyeri yang tidak berkurang selama menstruasi.

Gangguan siklus ditandai dengan pendarahan yang tidak teratur atau bahkan terjadi amenorea. Amenorea adalah kondisi di mana perempuan tidak mengalami menstruasi dalam jangka waktu tertentu. Dokter Kanadi menambahkan, amenorea umumnya terjadi akibat gangguan hormonal, tumor otak atau penyakit metabolik lain.

“Manifestasi gangguan menstruasi juga dapat berupa perubahan mood bahkan dapat menjadi gangguan depresi berat,” ucapnya.

Baca Juga:  Viralkan Aib yang Rugikan Masyarakat

Dokter Kanadi mengatakan, gangguan menstruasi dapat diatasi jika sudah diketahui penyebabnya. Terapi yang dilakukan dapat berupa terapi sederhana seperti perubahan gaya hidup, dan diet, pemberian obat hormonal atau pembedahan.

Ada beberapa langkah penting yang harus diperhatikan untuk mengatasi gangguan menstruasi diantara lainnya:

• Menjaga berat badan.

Berat badan berlebih atau di bawah batas normal bisa saja menjadi pemicu di balik gangguan haid. Untuk mengetahui apakah berat badan Anda termasuk ideal atau tidak, Anda butuh melakukan perhitungan dengan rumus tertentu atau berkonsultasi dengan ahli gizi, dokter umum atau dokter spesialis gizi mengenai berat badan ideal untuk Anda. Apabila berat badan Anda lebih atau kurang normal, Anda bisa sekaligus menanyakan cara untuk meraih batas angka ideal.

• Olahraga dengan teratur. Olahraga juga membantu mengembalikan siklus menstruasi Anda pada kondisi normal dengan mengontrol berat badan. Selain itu, aktivitas fisik seperti olahraga juga bisa meningkatkan produksi hormon endorfin dalam tubuh. Hormon ini kemudian dapat membantu Anda dalam menurunkan level stres yang menjadi salah satu pemicu haid tidak lancar.

Baca Juga:  Ridwan Hassan, Dubes RI untuk Qatar

• Yoga. Latihan yoga secara rutin dinilai dapat membantu wanita mengatasi haid tidak lancar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa yoga yang dilakukan 35-40 menit per hari dalam lima hari dan rutin selama enam bulan, terbukti dapat menyeimbangkan kondisi hormon Anda. Dengan ini, gangguan haid pun bisa teratasi. Tidak hanya itu, yoga juga mampu mengurangi kram menstruasi serta menstabilkan mood dan emosi. Misalnya, kondisi depresi dan cemas.

“Mengatasi gangguan haid juga harus melihat tujuannya, apakah ingin mengatur haid, atau bagi yang sudah menikah tujuannya ingin memiliki anak. Karena treatmentnya pun akan berbeda,” tutupnya.

Beragam cara untuk mengatasi siklus menstruasi yang tidak normal, baik yang bisa dilakukan sendiri di rumah maupun dengan bantuan dokter. Tapi cara yang cocok tergantung dari gangguan haid yang dirasakan. REL

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan