Bertambah Korban Bentrok Muslim-Hindu, 38 Tewas, 200 Luka

  • Bagikan
c071eb15838bc8e0d3218283eed131f2b825d8f1
Cloud Hosting Indonesia

NEW DELHI.SRIBERNEWS–Kerusuhan antar warga beragama Hindu dan Muslim di New Delhi, India, terus menelan korba. Tercatat 38 orang tewas dan Lebih dari 200 lainnya luka-luka.

CNN Indonesia melansir, berdasarkan data Kamis (27/2/2020) malam, 34 orang tewas tercatat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur (BTB). Direktur Rumah Sakit BTB Sunil Kumar mengatakan semua korban tewas mengalami luka tembak.
Tiga korban tewas di rumah sakit Lok Nayak, dan satu lainnya di rumah sakit Jag Parvesh Chander. Seorang pengawas medis mengatakan sepuluh korban lain dalam kondisi serius dan dirawat di rumah sakit Lok Nayak.

DomaiNesia

Bentrokan mulai pecah pada Minggu malam. Kedua belah pihak saling serang menggunakan batu dan benda lain, serta merusak bangunan dan kendaraan.

Baca Juga:  Fadli Zon Pertanyakan Tindakan Kapolri Atas Ribuan Umat Kumpul.di Pengajian Abuya Uci

Insiden ini menjadi kerusuhan paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Ribuan polisi anti huru-hara dan paramiliter berpatroli di sekeliling kota.

Selain korban tewas, kerusakan juga terjadi di penjuru kota. Rumah, toko, masjid, sekolah, toko ban, dan satu pom bensin menjadi sasaran pembakaran.

Menteri Utama Kota Delhi Arvind Kejriwal berjanji akan memberi kompensasi bagi keluarga korban tewas dan mereka yang rumahnya hancur akibat kericuhan.

Pihak kepolisian telah menangkap lebih dari 500 akibat bentrokan tersebut. Pihak berwenang juga akan menggelar pertemuan untuk meningkatkan keharmonisan antar komunitas di kota berpenduduk lebih dari 21 juta orang itu.

UU kontroversial yang mengundang pro kontra itu mengizinkan India untuk memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asal seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Baca Juga:  MN KAHMI Kutuk Keras Perusakan Musala di Sulawesi Utara

Beleid itu disahkan oleh pemerintahan Narendra Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusung, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim.

UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Islam.

Para kritikus menilai undang-undang ini dimanfaatkan oleh rezim Nahrendra Modi untuk mendorong India yang sekuler menjadi negara Hindu. DBS

DomaiNesia
OkeStore Theme
  • Bagikan